
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya menemui warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, yang sempat meluapkan protes keras akibat penutupan aktivitas tambang di wilayah tersebut. Dalam pertemuan itu, Dedi berjanji akan memberikan pekerjaan baru bagi warga yang terdampak kebijakan tersebut.
Diketahui seorang pria dari Kabupaten Bogor itu sebelumnya viral di media sosial setelah memprotes keras Dedi Mulyadi. Dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram resmi sang gubernur, pria itu sambil memakan kelapa mengeluhkan kondisi ekonominya setelah tambang di wilayahnya ditutup.
Ia menuding kebijakan Dedi yang menutup sementara perusahaan tambang di Parung Panjang telah membuatnya kehilangan mata pencaharian dan kesulitan membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari.
"Gara-gara sia KDM aing teu bisa ngahakan kejo, ngahakan kalapa ayeuna mah teu kabeli beas beas acan aing gara-gara sia PT ditutup," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, dalam pertemuan dengan pria itu di kediamannya di Pakuan, Subang, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan alasan di balik kebijakan penutupan tambang.
Menurutnya, kegiatan tambang di Parung Panjang selama ini menimbulkan kemacetan parah, kecelakaan lalu lintas, serta korban jiwa.
Selain itu, banyak perusahaan tambang yang tidak memenuhi kewajiban terhadap pekerja, termasuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, termasuk pada pria yang melontarkan protes keras terhadap KDM tersebut.
"Ku kituna, teu kudu melang bapak, kuring tanggung jawab. Kasihan warga Jawa Barat ngan ukur bisa ngahakan kalapa," ujar Dedi dalam bahasa Sunda yang menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab atas dampak sosial kebijakan tersebut.
Dalam pertemuan itu juga, mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan bahwa pemerintah akan membuka lapangan kerja baru bagi warga terdampak.
"Mimiti November, bapak jeung babaturanana bakal digarap dina program energi kebersihan, saluran air, jeung proyek pembangunan jalan, irigasi, drainase," ungkap Dedi, menegaskan bahwa kesempatan kerja akan diberikan mulai awal November mendatang.
Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 3.500 keluarga di Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Tenjo, dan sekitarnya terdampak langsung oleh kebijakan penutupan tambang tersebut.
"Insya Allah, kami akan pekerjakan mereka di sektor-sektor pekerjaan umum milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegas Dedi Mulyadi.
Sementara itu, mayoritas warga Parung Panjang Bogor mendukung penutupan aktivitas pertambangan secara permanen di kawasan tersebut berdasarkan hasil poling sementara.
Meski begitu, Anggota DPRD Dapil V Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menyebut bahwa penutupan aktivitas tambang itu berdampak pada proyek infrastruktur di Kabupaten Bogor.
Penutupan sementara perusahaan tambang di Parung Panjang itu merupakan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas dugaan berbagai pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
