Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Oktober 2025, 00.58 WIB

Jakarta Panas Ekstrem hingga 37°C! Ini 4 Jurus Antisipasi Gubernur Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Suhu Jakarta kembali melonjak hingga 37 derajat Celsius. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung menginstruksikan langkah konkret untuk melindungi warganya dari dampak cuaca panas ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga awal November 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu di Jakarta pada 16 Oktober 2025 mencapai 35 derajat Celsius, dengan kisaran harian 26–34 derajat Celsius. Dua hari sebelumnya, suhu bahkan sempat tembus 37 derajat Celsius di sejumlah wilayah ibu kota.

Fenomena ini terjadi akibat gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia yang membuat udara kering serta panas. BMKG memperkirakan kondisi ekstrem ini masih akan bertahan hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Gubernur Pramono memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan melakukan langkah mitigasi berbasis data.

"Pemprov DKI Jakarta serius menangani dampak cuaca panas ekstrem. Bapak Gubernur telah memerintahkan dinas-dinas terkait untuk segera bertindak dengan langkah konkret berbasis data, mulai dari modifikasi cuaca hingga edukasi masyarakat, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan warga Jakarta. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadapi tantangan perubahan iklim," ujar Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Kamis (16/10).

Langkah-Langkah Mitigasi yang Dijalankan

Berikut empat langkah yang telah diinstruksikan Gubernur Pramono Anung kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta:

1. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

BPBD DKI Jakarta akan melanjutkan dan memperluas operasi modifikasi cuaca untuk mengatur distribusi curah hujan dan menurunkan suhu udara. Program ini dilakukan bekerja sama dengan BMKG untuk pemantauan cuaca ekstrem.

2. Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kesiapan rumah sakit dan puskesmas untuk menangani kasus seperti dehidrasi, heatstroke, dan ISPA.
Selain itu, Dinkes meluncurkan kampanye edukasi publik agar warga membatasi aktivitas luar ruangan antara pukul 10.00–14.00, memperbanyak minum air putih, dan mencari tempat teduh saat siang hari.

3. Penanaman Pohon dan Pemantauan Lingkungan

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup mempercepat program penghijauan untuk menekan efek urban heat island, memperkuat sistem drainase, serta memantau pohon rawan tumbang akibat angin kencang.

4. Pemberdayaan Komunitas dan Kota Ramah Lingkungan

Pemprov juga menggandeng komunitas warga untuk menyebarkan imbauan tentang keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Upaya ini sekaligus mempercepat pengembangan transportasi ramah lingkungan guna mengurangi emisi kendaraan yang memperparah panas kota.

Warga Diimbau Tetap Waspada

Pemprov DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Warga dapat melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112, atau memantau pembaruan melalui aplikasi JAKI, situs resmi Pemprov DKI Jakarta, dan akun media sosial @DKIJakarta.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore