Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 12.38 WIB

Imbas Pemangkasan Dana Rp 15 Triliun, Pembangunan Stadion hingga Rusun di Jakarta Terancam Gagal 2026

Ilustrasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. (Salman Toyibi/Jawa Pos). - Image

Ilustrasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. (Salman Toyibi/Jawa Pos).

JawaPos.com-Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke DKI Jakarta sebesar Rp 15 triliun membuat sejumlah proyek pembangunan fisik terancam tertunda pada 2026. APBD DKI 2026 yang sebelumnya sebesar Rp 95,35 triliun berkurang menjadi Rp 81,29 triliun.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (20 /10).

Atika memaparkan, sejumlah proyek pembangunan fisik yang kemungkinan besar tertunda. Di antaranya, pembangunan Rumah Susun Rorotan IX tahap 2, pembangunan GOR Cendrawasih dan GOR Kemakmuran, stadion Sepak Bola Taman Sari, dan gelanggang Remaja Jagakarsa. 

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berpotensi menunda pembangunan gedung pemerintah daerah di beberapa lokasi, mengurangi jumlah puskesmas yang direhabilitasi dari 12 menjadi 5 lokasi, dan rehab sekolah dari 22 menjadi hanya 5 lokasi, serta 1 sekolah cagar budaya.

Peningkatan breakwater di Pelabuhan Muara Angke, lanjut Atika Nur Rahmania, juga masuk daftar kegiatan yang bisa ditunda.

"Itu pilihan terhadap mana yang ditunda itu sesuai audit inspektorat yang saat ini berjalan pada realisasi kegiatan 2024-2025 menjadi salah satu dasar pertimbangan penundaan kegiatan dalam RAPBD 2026," ujar Atika.

Program Prioritas Tetap Jalan

Meski sejumlah proyek ditunda, Pemprov DKI tetap berkomitmen menjaga program prioritas dan program unggulan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Di antaranya subsidi pangan sebanyak 19,8 juta paket selama 2026, kenaikan dana operasional RT-RW dan kader dasawisma, penerima KJP tetap 707 ribu orang dan KJMU 27 ribu orang. Selain itu, optimalisasi operasional RDF Rorotan dan TPST Bantargebang, peningkatan kualitas permukiman di 25 lokasi, dan pembangunan lapangan multifungsi dan RTH di 11 lokasi

"Penerima KJP tetap dipertahankan 707 ribu orang dan KJMU 27.000 orang, optimalisasi operasional RDF Rorotan dan TPST Bantargebang tetap dilaksanakan, peningkatan kualitas permukiman di 25 lokasi, pembangunan lapanban multifungsi 1 lokasi, pembangunan RTH di 11 lokasi," papar Atika.

RSUD Cakung dan Flyover Tetap Dibangun

Pemprov DKI juga memastikan pembangunan RSUD Cakung tetap berlanjut pada tahun depan. Begitu pula dengan proyek pengendalian banjir, subsidi transportasi, dan rehab gedung pemda di 4 lokasi yang sudah masuk dalam proyek multiyears dan sulit dihentikan.

"Kemudian pembangunan Flyover (Latumeten) dan penyusunan dokumen perencanaan griya kecamatan yang akan kita lakukan mix use menjadi rumah susun," ungkap Atika Nur Rahmania.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore