Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Oktober 2025, 01.59 WIB

Sebanyak 602 Ribu Masyarakat Terlibat Judol, 5 Ribu Di Antaranya Diduga Penerima Bansos

Ilustrasi bansos. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi bansos. Dok. JawaPos

JawaPos.com-Belakangan, banyak masyarakat yang terlibat judi online (judol). Tidak terkecuali, masyarakat Jakarta. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Rano Karno di Gerbang Selatan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/10).

“Berdasar data PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), di Jakarta ini, terungkap sekitar 602 ribu warga Jakarta terlibat judi online,” ujar Rano.

Jumlah itu baru di Jakarta saja. Bila dikalkulasikan seluruh Indonesia, maka angkanya cukup besar. Seiring jumlah yang besar, angka transaksinya juga besar.

“Yang ngeri nih transaksi yang di Jakarta mencapai Rp 3,12 triliun,” terang Rano.

Dari banyaknya masyarakat Jakarta yang terlibat, diduga sebanyak 5 ribu-an orang merupakan penerima bantuan sosial (bansos). Baik itu penerima KJP Plus, KJMU, atau lainnya.

“Terpaksa kami cabut (bansos). Memang gak semua penerima bansos,” jelas Rano.

Dia mengakui, yang menyalahgunakan bansos itu bukan pemegang kartu bansos tersebut. Meskipun bantuan sudah jelas by name by address (BNBA), yang menyalahgunakan untuk judol adalah orang tuanya.

“Kami kasih kartu ke anaknya, tapi kartunya memang bapak emaknya (yang gunakan). Nah ini memang lagi siasatin, gimana caranya ini,” tambah Rano.

Lebih lanjut, Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, judol itu merupakan bagian digitalisasi. Jadi, yang namanya digital itu tidak bisa dengan mudah dibendung.

“Kecuali dengan akal, karena kita bendung di sini, keluarnya di sana. Itu bagian dari digital yang sebetulnya bukan kita gak siap, tapi jalurnya terlalu banyak. Jadi, tergantung bagaimana kita menyikapinya,” tambah Rano.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore