Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Oktober 2025, 17.14 WIB

Akibat Tambang Parung Panjang, Rumah Warga Sampai Retak Usai Dilewati Truk Setiap Hari

Kemacetan di jalur Parung Panjang Bogor imbas aktivitas truk tambang yang tak mengenal waktu kini tak lagi dirasakan usai tambang ditutup sementara oleh Gubernur KDM. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Kemacetan di jalur Parung Panjang Bogor imbas aktivitas truk tambang yang tak mengenal waktu kini tak lagi dirasakan usai tambang ditutup sementara oleh Gubernur KDM. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Salah satu rumah warga desa Rengas Jajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kejadian tak menyenangkan tembok bagian depan rumahnya mengalami keretakan menganga dan kaca jendela rumah pecah akibat getaran truk tambang bermuatan yang lewat di depan rumahnya setiap hari.

"Rumah saya sampai retak temboknya, kaca jendela pecah ini," kata Ipah, salah satu warga sambil menunjukkan jendelanya yang sudah pecah, kepada JawaPos.com

Menurut dia, perusahaan tidak memberikan kompensasi apapun atas kerusakan yang terjadi pada rumahnya. Bahkan, perusahaan yang telah bikin rusak rumahnya juga tidak memberikan sumbangan sama sekali kepada warga.

"Perusahaan yang di atas nggak pernah ada ngasih sama warga, kalau perusahaan dekat sini baik. Kadang ngasih sembako ke warga," ungkapnya.

Dia pun menaruh harapan perusahaan-perusahaan nakal yang tidak sesuai aturan sebaiknya memang dibekukan secara permanen oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tapi perusahaan yang baik dan taat aturan, katanya, bisa dibuka kembali.

"Harusnya hanya perusahaan yang baik saja yang boleh buka. Saya setuju perusahaan bermasalah tidak perlu dibuka lagi, dihentikan selamanya," katanya.
 
Beberapa waktu lalu, truk-truk tambang yang melintas di Parung Panjang dari Rengasjajar dan sekitarnya memicu kemarahan warga. Hal itu terjadi setelah mereka tidak taat terkait jam operasional.

Sejumlah warga Tangerang bahkan mendatangi sejumlah petugas Dishub Kabupaten Bogor yang sedang istirahat. Mereka marah karena petugas Dishub membiarkan truk-truk tambang melintas di luar jam operasional.

Buntut ketegangan yang terjadi antara truk-truk tambang dengan warga dan juga mempertimbangkan pembangunan jalan utama Parung Panjang, Gubernur Dedi Mulyadi membuat keputusan tegas memberhentikan sementara perusahaan-perusahaan pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore