Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 05.52 WIB

Penataan Kawasan Barito Dimulai, Pedagang Tempati Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Pedagan hewan di Barito ditertibkan dan mulai dipindah di kawasan Lenteng Agung. (Yogi/JawaPos) - Image

Pedagan hewan di Barito ditertibkan dan mulai dipindah di kawasan Lenteng Agung. (Yogi/JawaPos)

JawaPos.com – Penataan kawasan Barito memasuki babak baru dengan dimulainya relokasi para pedagang ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung pada hari ini, Senin (27/10). Kios Pasar Barito mulai digusur dengan menggunakan eskavator.

Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan siap memberikan dukungan penuh kepada para pedagang dalam proses pemindahan barang-barang mereka ke lokasi yang baru.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendampingi para pedagang dengan pendekatan yang humanis dan kondusif. Pemprov DKI memastikan bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan oleh para pedagang terpenuhi dengan baik.

"Kami terus mendampingi proses perpindahan pedagang dengan pendekatan yang humanis dan transparan. Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami pastikan seluruh pedagang terfasilitasi dengan baik hingga lokasi kios yang baru rampung," ujar M. Anwar, Senin (27/10).

Proses penataan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sosialisasi juga telah dilakukan secara intensif kepada para pedagang agar segera mendaftarkan diri di lokasi yang baru. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 25 pedagang telah resmi terdaftar di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI Jakarta memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa kios di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung selama enam bulan pertama.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu para pedagang untuk beradaptasi dengan lingkungan dan pola konsumen yang baru. Selain itu, para pedagang juga berkesempatan untuk mendapatkan lokasi premium jika bersedia untuk pindah lebih awal.

"Biaya retribusi pedagang di lokasi tersebut berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan. Namun, selama masa adaptasi, pedagang tidak akan dikenakan biaya untuk menyesuaikan dengan pola konsumen yang mereka harapkan," jelas M. Anwar.

Dengan adanya pendampingan dan berbagai keringanan ini, diharapkan para pedagang dapat beradaptasi dengan baik di tempat yang baru dan memulai kembali usaha mereka dengan semangat dan harapan yang baru.

Penataan kawasan Barito ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan penataan kota yang lebih tertata, hijau, dan berkelanjutan.

Salah satu inisiatif utamanya adalah penggabungan tiga taman ikonik di Jakarta Selatan, yaitu Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat, menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau terpadu bernama Taman Bendera Pusaka. Kawasan ini sebelumnya juga digunakan oleh para pedagang hewan Barito.

Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan kegiatan perdagangan ke lokasi yang lebih representatif, yaitu Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga fungsi ekologis taman, tetapi juga memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi para pedagang, sejalan dengan visi penataan kota yang ramah lingkungan dan berpihak pada ekonomi rakyat.

Selama ini, para pedagang Barito menempati lokasi sementara dengan fasilitas yang terbatas dan menghadapi berbagai kendala, seperti ruang usaha yang sempit, sarana kebersihan yang minim, serta dampak lingkungan berupa kemacetan dan penurunan estetika kawasan kota.

Melalui penataan ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya memperbaiki tata ruang kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore