Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2026, 22.17 WIB

Tolak Relokasi! Ratusan Pedagang RPH Pegirian Demo di Balai Kota Surabaya: Kami Hanya Cari Sesuap Nasi

Ratusan pedagang dan jagal RPH melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ratusan pedagang dan jagal RPH melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memindahkan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Tambak Osowilangun, menimbulkan gelombang para pedagang dan jagal.

Setelah melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (12/1), ratusan pedagang dan jagal RPH Pegirian kembali melakukan demonstrasi di depan halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1).

Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, para demonstran tiba di Jalan Sedap Malam sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka membentangkan poster besar bertuliskan "Tolong Pak Eri, Kami Hanya Mencari Sesuap Nasi di RPH Pegirian".

“Kami disini para pejuang RPH yang menginginkan RPH tetap ditempat yang lama kami tidak menginginkan RPH tidak dipindahkan dengan alasan apapaun,” ucap salah seorang orator di lokasi.

Massa menolak tegas rencana relokasi pemotongan sapi ke Tambak Osowilangun karena dinilai mengancam mata pencaharian ribuan warga. Mereka bersikeras bertahan hingga tuntutan dipenuhi.

“Bapak Eri jangan sampe meneteskan air mata Bapak Eri. Sebelum Pak Eri mengabulkan tuntutan kita tidak akan beranjak dari tempat ini,” ucap orator dengan nada lantang, diikuti sorakan massa.

RPH Surabaya awalnya beroperasi di Jalan Pegirian, Semampir. Sementara RPH baru lokasinya di Tambak Osowilangun, yang mana jaraknya sekitar 14 kilometer dan waktu tempuh lebih dari 45 menit.

Bagi para pedagan, relokasi RPH ini merugikan mereka, lantaran lokasinya yang jauh, kawasan yang dinilai rawan kejahatan dan rawan kecelakaan karena dianggap sebagai "jalur tengkorak".

Massa juga menilai banyak fasilitas di tempat RPH baru yang belum memadai, sehingga berisiko mengganggu distribusi daging, serta kekhawatiran akan kualitas dan higienitas karena dekat dengan TPA.

Demonstrasi berjalan alot. Beberapa kali massa aksi bersitegang dengan petugas yang berjaga di halaman Balai Kota. Mereka juga mengancam akan melakukan demonstrasi lebih besar sampai tuntutannya didengar.

“Jika tuntutan kita tidak dipenuhi, maka kita akan melakukan demonstrasi yang lebih besar lagi, kami ingin (Wali Kota Surabaya) Pak Eri mencabut surat pemindahan RPH sekarang juga,” tukas sang orator.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore