Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 November 2025, 02.13 WIB

Antisipasi Banjir Di Jaksel, Pramono Teruskan Normalisasi Kali Ciliwung Dan Krukut

 

Gubenur DKI Jakarta akan terus melanjutkan normalisasi dalam mengatasi banjir di Jakarta. (Masria Pane/JawaPos)

JawaPos.com - Cuaca ekstrem pada Kamis (30/10), berdampak banjir di beberapa wilayah di Jakarta. Utamanya, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Pramono Anung mengakui, Jalan Kemang Raya banjir hingga tidak bisa dilalui kendaraan. Mengatasinya, sebanyak lima pompa langsung diturunkan ke sana.

“Memang ada patahan tanggul yang dimiliki oleh Kemang Village yang retak dan kemudian bocor. Itu kemudian menyebabkan air Kali Krukut itu meluap,” terang Pramono. Saya, lanjutnya, sudah meminta kondisi itu untuk segera ditangani.

Selain memperbaiki tanggul, Pram juga menegaskan, akan terus melanjutkan normalisasi dalam mengatasi banjir di Jakarta. Utamanya, normalisasi Kali Ciliwung.

“Penlok (penetapan lokasi)-nya sudah saya tandatangani, dan juga normalisasi Kali Krukut yang melewati Kemang Village itu juga dilakukan,” terangnya.

Hal itu karena normalisasi Kali Ciliwung maupun Krukut tidak dilakukan, maka banjir di Kemang Raya, utamanya depan Kemchick yang menjadi langganan banjir tidak akan bisa diselesaikan.

“Kebetulan saya kan tinggal di daerah itu, sudah hampir 5-6 tahun ini selalu terulang hal yang seperti itu (banjir). Maka itu, harus ditangani dari hulunya,” tambahnya.

Sebagai informasi, selain cuaca ekstrem, penyebab banjir di Jakarta Selatan yakni jebolnya Tanggul Baswedan di Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu dan tanggul di kawasan Kemang, Kecamatan Mampang Prapatan. Kedua tanggul tersebut jebol karena tingginya debit air yang tidak mampu ditahan oleh struktur dinding kali.

Kepala Satuan Pelaksana Kecamatan Pasar Minggu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Rosi Surya Indah, mengatakan tanggul yang jebol berada di aliran kali wilayah Kelurahan Jatipadang memang dikenal sebagai Tanggul Baswedan.

Menurutnya, jebolnya tanggul tersebut diketahui lantaran tekanan air akibat debit air yang tinggi di saluran penghubung (PHB) Pulo karena curah hujan yang sangat lebat.

“Sebagai antisipasi darurat, saat ini dipasang tanggul darurat dari tumpukan karung berisi pasir untuk mengurangi limpasan air," lanjutnya. Jika debit air sudah stabil, akan dilakukan pembangunan tanggul permanen dengan material batu kali dan beton.

"Perbaikan tanggul tersebut diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih tiga bulan," tambahnya.

Hal yang tidak jauh berbeda juga dilakukan terhadap tanggul jebol di Mampang Prapatan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore