Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 01.49 WIB

Penjaga Kantin Sekolah Ungkap Detik-Detik Ledakan di SMAN 72 Jakarta: “Persis Bom!”

Petugas melakukan olah TKP ledakan di dalam musala SMAN 72 Jakarta, kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Petugas melakukan olah TKP ledakan di dalam musala SMAN 72 Jakarta, kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Detik-detik insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) terungkap. Suasana khusyuk salat Jumat di SMAN 72 Jakarta berubah panik dalam hitungan detik.

Maman, penjaga kantin sekaligus salah satu korban menceritakan kronologi ledakan itu. Saat kejadian, dirinya tengah berada di dalam musala, tepatnya berada di saf keempat atau sekitar 2 meter dari lokasi ledakan.

"Sekitar dua meter lah, dua meter setengah lah," ujarnya menggambarkan jarak dirinya dari sumber ledakan.

Ia mengungkapkan, sebelum ledakan, khatib di atas mimbar baru saja memberikan ceramah, lalu dilanjutkan dengan doa bersama. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras di sekolah yang terletak di Kelapa Gading Jakarta Utara itu.

Refleks, Maman berlari untuk menyelamatkan diri di tengah kepanikan siswa. Ratusan siswa pun juga ikut berlarian, bahkan saling bertabrakan.

"Langsung lari kan, lari namanya udah tua. Langsung ditubruk anak-anak. Anak-anak pada panik, ditubruk, bapak kebanting sama pohon mangga, ini sakit," ceritanya sambil menunjuk bagian tubuh yang masih terasa nyeri.

Maman menyebut, suara ledakan terdengar bukan hanya sekali. Suaranya pun mirip sekali dengan ledakan bom. "Persis bom, persis bom. Itu yang di masjid, yang keduanya di belakang sekolah, pojok," ucapnya.

Ledakan pertama disebut terjadi di area masjid saat kegiatan salat jumat berlangsung. Ledakan kedua terjadi tak lama kemudian di bagian belakang sekolah, memicu kepanikan besar di antara siswa dan guru.

Sekolah Masih Disterilkan, Motor dan Dagangan Tertinggal

Maman mengaku melihat banyak korban luka akibat ledakan. Ia juga membenarkan kabar bahwa pelaku merupakan siswa SMAN 72 sendiri, yang juga merupakan pembeli warung miliknya. "Iya, iya. Kelas 12. Suka jajan juga," kata Maman.

Menurut dia, pelaku dikenal sebagai siswa pendiam dan jarang bergaul. "Pendiam, jarang ngumpul gitu, Pak," tambahnya.

Sebelumnya, suasana di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendadak mencekam pada Jumat (7/11) siang. Sebuah ledakan misterius terjadi di kawasan sekolah tersebut dan membuat sejumlah siswa mengalami luka-luka.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa ledakan di SMAN 72 Jakarta menyebabkan 54 korban luka-luka, baik luka ringan maupun luka sedang.

Para korban sudah dievakuasi ke 2 rumah sakit. Yakni Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan Rumah Sakit Yarsi.

Menurut Asep Edi, pihaknya sudah mengambil langkah pasca ledakan terjadi. Termasuk di antaranya pengamanan lokasi ledakan dan sterilisasi oleh petugas dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya.

”Sekarang kita ada Rumah Sakit Islam (Cempaka Putih) Jakarta, membuat posko di Rumah Sakit Yarsi guna membantu keluarga korban, anak-anak yang sedang dirawat. Data yang kami terima 54 orang luka ringan sampai sedang, ada yang sudah pulang,” kata dia. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore