Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 22.37 WIB

Puslabfor Uji Serbuk Misterius di Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta, Polisi Telusuri Motif dan Jaringan

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakut, di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Sabtu (8/11). (Polri) - Image

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakut, di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Sabtu (8/11). (Polri)

JawaPos.com-Penyelidikan mendalam terus dilakukan terkait ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kini tengah menguji serbuk yang ditemukan di lokasi kejadian.

Beredar pula foto yang menunjukkan serbuk serupa ditemukan saat penggeledahan di rumah salah satu siswa. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencocokkan barang bukti di lokasi ledakan dengan temuan di rumah siswa tersebut.

“Dari rangkaian kegiatan kepolisian, kami melakukan penggeledahan untuk memilah persesuaian antara barang bukti di TKP dengan barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan,” terang Bhudi di Polda Metro Jaya, Sabtu (8/11).

Ia menambahkan, pemeriksaan lanjutan terhadap serbuk itu akan dilakukan oleh tim Puslabfor. “Untuk barang bukti serbuk, hasil lengkapnya akan disampaikan oleh Puslabfor. Pengolahan barang bukti ini adalah kewenangan Puslabfor dengan scientific investigation. Mereka memiliki keahlian dalam hal ini,” jelasnya.

Selain Puslabfor, tim gabungan dari Densus 88 dan Gegana juga tengah menganalisis motif serta kemungkinan jaringan yang terlibat. “Analisa terhadap motif dan jaringan sedang dilakukan oleh Densus. Satuan kerja ini masih bekerja,” ujar Bhudi.

Ledakan di SMAN 72 terjadi saat salat Jumat dan menyebabkan puluhan siswa mengalami luka bakar serta gangguan pendengaran. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan senjata mainan dengan simbol dan tulisan yang diduga terkait paham Neo-Nazi dan terorisme.

Polisi terus menyelidiki asal bahan peledak serta motif di balik peristiwa tersebut. Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, kata Bhudi, menekankan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali normal.

Pihak kepolisian bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyiapkan tim trauma healing bagi para korban dan siswa lain yang terdampak. “Kami berharap masyarakat bersabar. Dalam waktu dekat, Bapak Kapolda akan merilis hasil lengkap dari seluruh satuan kerja,” pungkas Bhudi.

Hingga kini, Densus 88 masih mendalami kemungkinan keterkaitan insiden ini dengan aksi teror lain. Namun sejauh ini, belum ditemukan hubungan langsung dengan jaringan teror tertentu. (*)



Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore