Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2025, 00.21 WIB

Penopingan Serentak di DKI Jakarta Antisipasi Intensitas Hujan Meningkat Hingga Akhir Tahun 2025

Petugas memotong batang pohon tumbang yang menutupi Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten Selasa (7/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Petugas memotong batang pohon tumbang yang menutupi Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten Selasa (7/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Musim hujan dengan potensi angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga Desember 2025 di Jakarta. Untuk mengantisipasi kondisi itu, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI melaksanakan apel penopingan serentak di Posko Pohon Tumbang, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Pusat, kemarin (9/11).

Kepala Bidang Jalur Hijau Distamhut DKI Herlina Merinda menuturkan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Utamanya, pohon tumbang.

“Penopingan serentak ini merupakan upaya untuk meminimalkan risiko pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem. Seluruh jajaran kami, dari tingkat dinas hingga kecamatan, siap siaga di lapangan dengan peralatan yang memadai,” ujar Herlina.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Jakarta diprediksi meningkat hingga akhir 2025. Oleh karena itu, Jakarta perlu meningkatkan kesiapsiagaan dari personel, sarana, hingga prasarana.

Selain menjaga keselamatan warga, penopingan juga menjadi bagian dari pemeliharaan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mewujudkan Jakarta yang hijau, aman, dan tangguh terhadap perubahan iklim,” tegas Herlina.

Pemprov DKI juga disebutkannya terus menjalankan program peremajaan pohon di berbagai titik rawan. Pohon tidak sehat atau berisiko tumbang akan diganti dengan jenis yang lebih kuat dan adaptif terhadap kondisi lingkungan perkotaan.

Evaluasi rutin dilakukan terhadap kesehatan pohon, termasuk sistem perakaran, struktur cabang, hingga kerapatan tajuk.

Kegiatan penopingan kali ini melibatkan 880 personel dari 44 kecamatan, lima suku dinas, dan dinas. Distamhut menyiapkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 156 unit chainsaw, 69 truk angkut sampah, 15 mobil tangga, 13 mobil crane, dan 20 motor trail untuk patroli cepat di lokasi sulit dijangkau.

Penopingan dilakukan di lima wilayah administrasi DKI Jakarta. Di tingkat dinas, kegiatan difokuskan di Jalan Teuku Umar, Jalan Medan Merdeka Selatan, serta Jalan Gatot Subroto (samping BRIPENS dan depan The Tower). Sementara titik lainnya dilakukan oleh suku dinas.

Adapun titik lain penopingan tersebar di sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur. Antara lain Jalan Cideng Barat, Jalan Pademangan, Jalan Tanjung Duren Barat, Jalan Iskandarmuda, hingga Jalan Raya Bogor–Hankam.

Distamhut menegaskan, pemeliharaan dan pengelolaan pohon secara rutin merupakan bagian penting dari program #JagaJakarta, gerakan untuk menciptakan kota yang berketahanan terhadap cuaca ekstrem, nyaman, dan berkelanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di sekitar pohon besar saat hujan deras dan angin kencang. Tim kami siaga 24 jam melalui posko dan petugas lapangan di setiap wilayah,” pungkas Herlina.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore