
Barang bukti terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan berencana memberikan konseling bagi korban dan keluarga korban ledakan SMA 72 Jakarta sebagai upaya penanganan trauma. Untuk itu, Kemenkes akan menggandeng Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia.
"Kami juga sudah bicara dengan teman-teman dari IPK Indonesia, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia. Mereka juga sudah siap untuk membantu teman-teman Dinkes untuk bisa memberikan konseling," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, Rabu (12/11) sebagaimana dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, konseling tidak hanya diberikan kepada para korban, namun juga pihak keluarga korban. Sebab, kejadian tersebut amat traumatis bagi korban dan keluarganya.
"Mungkin bukan hanya keluarga lho. Anak-anak yang sekolah di situ jadi takut kan. Takut masuk. Takut nanti mau salat Jumat di situ ada yang bom lagi. Jadi memang ini tidak gampang," lanjut Imran.
Karrena itu, pihaknya akan berdiskusi dengan pihak terkait di lapangan, serta berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk memulai upaya konseling tersebut.
Pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HJKS) Oktober lalu, Kemenko PMK meluncurkan Tim Pembinaan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Salah satu tugasnya adalah melihat masalah kesehatan jiwa secara holistik dan menyelesaikannya secara kolaboratif.
Sebelumnya, ledakan terjadi SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, ledakan pertama terdengar saat khutbah Jumat tengah berlangsung, disusul ledakan kedua dari arah berbeda.
Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan, serta menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah dan warga sekitar.
Dari hasil penyelidikan awal, terduga pelaku merupakan salah satu siswa sekolah tersebut. Sejumlah pihak juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku sempat mengalami tindakan perundungan di sekolah.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan masyarakat untuk lebih peka pada kesehatan mental siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
"Saya titip, untuk kita semua saling menjaga, saling peka, dan juga saling mengingatkan agar kejadian-kejadian yang terjadi kemarin di salah satu SMA di Jakarta tidak terulang kembali," katanya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
