Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 November 2025, 23.18 WIB

Berakhir Manis! Petugas KAI Argi Dapat Hadiah Umroh Usai Kisah Viral Tumbler Tuku Hilang di KRL

Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung Argi Budiansyah dan Anita sepakat berdamai terkait kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL Commuter Line, Kamis (27/11). (Istimewa)

JawaPos.com-Kisah viral drama tumbler Tuku hilang di KRL yang melibatkan petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung, Argi, akhirnya mencapai akhir yang mengharukan. Setelah sempat dikabarkan batal diperhatikan, Argi kini malah mendapat hadiah umroh dari seorang anggota polisi. 

Hadiah istimewa ini diberikan oleh Ipda Purnomo, Personel Polres Lamongan, Jawa Timur, yang dikenal dengan akun Instagram-nya @purnomopolisibaik. Pemberian hadiah ini merupakan bentuk apresiasi atas integritas dan kejujuran yang ditunjukkan Argi di tengah kasus yang sempat viral di media sosial.

Hadiah paket umroh ini difasilitasi oleh Travel Zam Zam Amanah. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap nilai-nilai kejujuran dan amanah yang telah ditunjukkan oleh Argi.

"Saya, Pak Purnomo, buat mas Argi yang kemarin menemukan tumbler. Izinkan saya, Pak Purnomo dari Polres Lamongan, Polda Jawa Timur Bersama Travel Zam Zam Amanah memberikan hadiah umroh yang insyaallah keberangkatan bulan Desember," ujarnya dikutip JawaPos.com, Jumat (28/11).

Ia mengapresiasi tindakan Argi yang dinilai jujur dan amanah. Diharapkan hadiah umroh ini dapat menjadi berkah dan motivasi bagi Argi untuk terus berbuat baik.

"Mudah-mudahan video ini sampai kepada mas Argi dan saya bisa komunikasi langsung sama mas Argi. Mas Argi tetap semangat, rejeki itu Allah yang kasih. Mudah-mudahan panjang dengan sehat Dan bisa melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci," tuturnya.

Kronologi Singkat Kasus Tumbler Tuku di KRL

Kasus ini berawal dari keluhan seorang penumpang bernama Anita di Threads. Ia mengeluhkan tumbler Tuku miliknya yang tertinggal di KRL dan hilang saat diambil kembali.

Tas berisi tumbler sempat ditemukan dan didokumentasikan oleh petugas. Namun, saat diambil keesokan harinya di Stasiun Rangkasbitung, hanya tersisa cooler bag tanpa tumbler Tuku di dalamnya.

Petugas KAI yang dituding, Argi, sempat menawarkan penggantian kerugian. Namun, upaya tersebut ditolak oleh suami pemilik tumbler. Drama ini kemudian berujung pada kabar simpang siur bahwa Argi telah kehilangan pekerjaannya.

KAI Pastikan Argi Tidak Dipecat dan Tetap Bertugas

Merespons kehebohan di media sosial, PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera memberikan klarifikasi. Perusahaan memastikan bahwa petugas Argi tidak dipecat dan akan tetap bertugas. Kedua belah pihak yang terlibat juga telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaan untuk melindungi karyawannya.

"Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujar Bobby, Kamis (27/11). (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore