Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 21.33 WIB

Diterjang Angin Kencang, Bangunan 2 Lantai Roboh di Ciganjur Jaksel! 8 Jiwa Terdampak

Petugas PPSU melakukan pembersihan puing akibat insiden bangunan dua lantai milik warga di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, roboh, Sabtu (29/11). (Istimewa) - Image

Petugas PPSU melakukan pembersihan puing akibat insiden bangunan dua lantai milik warga di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, roboh, Sabtu (29/11). (Istimewa)

JawaPos.com - Sebuah bangunan dua lantai milik warga di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan parah pada Sabtu (29/11) sore. Bangunan tersebut roboh setelah diterpa hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut.

Peristiwa ini mengakibatkan kerugian material dan membuat satu keluarga terdampak. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menjelaskan, hujan ekstrem mulai turun sekitar pukul 14.50 WIB. Tiupan angin kencang disertai hujan menjadi pemicu utama kerusakan.

"Satu kepala keluarga (KK) dengan total delapan jiwa terdampak akibat kejadian ini, mereka terdiri dari lima laki-laki dan tiga perempuan," ujar Yohan, Minggu (30/11).

Angin dahsyat tersebut membuat atap rumah milik warga bernama Eko terlepas, yang kemudian merobohkan sebagian struktur bangunan, terutama di bagian lantai dua.

Petugas gabungan langsung bergerak cepat tak lama setelah laporan diterima. Penanganan dan asesmen kondisi di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Kranji, Ciganjur, dimulai pada pukul 15.05 WIB.

Proses penanganan darurat dan asesmen ini berlangsung hingga pukul 17.45 WIB. Petugas memastikan tidak ada risiko lanjutan yang mengintai warga di sekitar lokasi.

Lebih lanjut, Yohan menjelaskan bahwa luas bangunan yang terdampak diperkirakan mencapai 30 meter persegi.

Kabar baiknya, insiden robohnya bangunan di Jakarta Selatan ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 6 juta.

Warga yang terdampak juga tidak perlu mengungsi karena kondisi rumah masih bisa ditangani langsung oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Menyikapi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi, Yohan mengimbau agar warga selalu waspada terhadap potensi kerusakan bangunan.

"Bangunan lantai dua yang mengalami roboh dan kami akan terus memonitor agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan," katanya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore