Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Desember 2025, 22.52 WIB

Pramono Sebut Rob Bisa Surut dalam 6-8 Jam, DPRD Minta Gubernur Buktikan Perkataan dengan Tindakan Nyata

Anggota DPRD DKI Jakarta mendesak pemerintah provinsi untuk menangani potensi banjir rob yang mengancam Jakarta. - Image

Anggota DPRD DKI Jakarta mendesak pemerintah provinsi untuk menangani potensi banjir rob yang mengancam Jakarta.

JawaPos.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau, telah mendesak pemerintah provinsi untuk berperan aktif dan bekerja sekuat tenaga dalam menghadapi potensi puncak banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Jakarta. Dalam hal ini, Bun menekankan bahwa seluruh jajaran instansi terkait harus bergerak dengan cepat guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan, serta memastikan bahwa luapan air segera surut ke kondisi normal.
 
“Ini tinggal bagaimana Pemprov DKI dengan dinas-dinas terkait bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengendalikan keadaan,” ujar Bun, Minggu (7/12). 

Dia juga mengingatkan pernyataan Gubernur Pramono Anung yang menyatakan bahwa banjir di Jakarta dapat surut dalam waktu enam hingga delapan jam. Menurut Bun, komitmen tersebut tidak cukup hanya sebagai perkataan semata, melainkan perlu dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan. “Ini harus dibuktikan, jangan sampai warga merana terlalu lama akibat banjir rob itu,” tandas dia. 

Meskipun demikian, Bun tidak lupa mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, yang segera mengoperasikan pompa-pompa air untuk menahan dan mengalirkan luapan banjir rob. Namun, apresiasi itu tidak membuatnya melupakan tugas utama: memastikan bahwa durasi surut banjir benar-benar optimal dan tidak memakan waktu terlalu lama.
 
Menurut Bun, penanganan banjir rob bukan hanya soal operasi pompa semata. Masalah ini juga sangat terkait dengan kesiapan infrastruktur perlindungan pantai yang kuat. Dia menekankan bahwa pembangunan tanggul laut yang kokoh merupakan fondasi utama agar air laut tidak kembali menerjang kawasan pesisir dan menimbulkan banjir.

Kejadian tanggul pantai Mutiara yang bocor dan menyebabkan air masuk ke area pemukiman menjadi sorotan khusus, karena hal itu menunjukkan bahwa masih ada kelemahan dalam sistem perlindungan pantai Jakarta yang perlu diperbaiki. “Masalah banjir ini memang pelik,” tandas Bun. 
 
Selain mendesak pemerintah, Bun juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan membangun solidaritas antarwarga dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan potensi banjir. “Kami mengimbau masyarakat saling membantu dan menjaga satu sama lainnya. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bergotong royong dalam menjaga lingkungan kita,” tukas dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore