Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 00.04 WIB

Polisi Ungkap Biang Kerok Pengeroyokan Matel di Kalibata Hingga Berujung Kerusuhan

Sejumlah warung di Kalibata, Jakarta Selatan dibakar usai insiden tewasnya mata elang (matel). (Istimewa) - Image

Sejumlah warung di Kalibata, Jakarta Selatan dibakar usai insiden tewasnya mata elang (matel). (Istimewa)

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) tengah mengusut kasus pengeroyokan mata elang (matel) dan kerusuhan di Kalibata. Menurut Kapolres Metro Jaksel Kombes Nicolas Ary Lilipaly, biang kerok rangkaian peristiwa yang terjadi sejak sore hingga tengah malam kemarin (11/12) adalah tunggakan cicilan sepeda motor. 

Kombes Nicolas menyampaikan bahwa 2 orang matel yang menjadi korban pengeroyokan hingga tewas sempat memberhentikan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian. Korban kemudian menagih tunggakan cicilan sepeda motor itu. Namun, pengguna sepeda motor tidak terima dan meminta bantuan dari teman-temannya. 

”Berawal dari adanya mata elang mau menagih kendaraan sepeda motor, yang indikasinya belum bayar kredit. Dari pemilik kendaraan, dia tidak terima, selanjutnya dia memanggil teman-temannya kurang lebih ada 8 orang,” terang dia pada Jumat (12/12). 

Setelah itu, pengeroyokan pun terjadi. Seorang matel tewas di lokasi kejadian, sementara seorang matel lainnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Polres Metro Jaksel masih melakukan pengembangan untuk menelusuri peran setiap pelaku.

Pendalaman juga dilakukan atas tindakan pengrusakan dan pembakaran sejumlah warung di Kalibata oleh kelompok massa yang berjumlah puluhan hingga ratusan orang. Aksi tersebut dilakukan oleh teman-teman matel yang menjadi korban pengeroyokan. Mereka marah karena korban dikeroyok hingga tewas di pinggir jalan.

”Korban itu mempunyai teman-teman kurang lebih 80 sampai 100 orang tiba-tiba datang (ke Kalibata). Sebenarnya kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi itu, namun kekuatan pada saat itu yang tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar,” terang Nicolas. 

Akibat aksi pembakaran tersebut, para pemilik warung mengalami kerugian materil. Walau masih dihitung, namun kerugian dialami beberapa orang. Polisi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam aksi pengrusakan berujung pembakaran warung tersebut. Namun sejumlah warung terbakar habis dan beberapa kendaraan juga jadi sasaran massa. 

”Sampai saat ini kasus (pengeroyokan dan pembakaran warung) tersebut masih dalam penyelidikan,” imbuhnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore