Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 03.39 WIB

Kebutuhan Pangan Jakarta Aman Menjelang Nataru 2025 Hingga Januari 2026

Pemprov DKI Jakarta pastikan kebutuhan pangan aman selama liburan Natal dan Tahun Baru 2026. (Istimewa) - Image

Pemprov DKI Jakarta pastikan kebutuhan pangan aman selama liburan Natal dan Tahun Baru 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), suasana Jakarta semakin ramai dengan aktivitas masyarakat yang mempersiapkan hari raya.

Di tengah antusiasme itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah-langkah cermat untuk memastikan kebutuhan pangan warga berada dalam kondisi aman dan terjaga stabilitasnya.
 
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati (yang akrab disapa Eli) menegaskan bahwa stok pangan strategis di Jakarta dipastikan cukup hingga Januari 2026. Keamanan ini dicapai berkat pemantauan intensif dan penguatan koordinasi lintas lembaga yang terus dilakukan.

"Jadi 98 persen kebutuhan pangan Jakarta berasal dari luar daerah, sehingga Pemprov menyusun perangkat kerja dengan dua pilar utama untuk menjaga kelancaran pasokan," katanya. 
 
Pilar pertama adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan seperti Dharma Jaya, Food Station, dan Pasar Jaya. Instansi-instansi ini berperan penting sebagai distributor dan penyedia stok, memastikan bahwa komoditas pangan dapat mencapai masyarakat dengan cepat dan teratur.

Sementara itu, pilar kedua adalah perangkat OPD teknis seperti Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) yang bergabung dalam Satgas Pangan.

"Melalui pertemuan rutin setiap Kamis, kondisi stok dan distribusi pangan dipantau secara berkala," ujar Eli. 
 
Seluruh kebutuhan pangan strategis, seperti beras, daging, dan komoditas pokok lainnya, telah dihitung secara cermat oleh dinas teknis dan dipenuhi oleh BUMD. Dari hasil pemantauan, semua komoditas untuk menghadapi Nataru berada dalam kondisi aman.

"Potensi kenaikan harga senantiasa dalam pemantauan, demikian juga dengan kenaikan kebutuhan pangan, karena langkah-langkah antisipasi terus dilakukan," katanya.
 
Untuk mencegah panic buying, Pemprov juga menjalankan sejumlah langkah konkret, mulai dari memperkuat kerja sama antardaerah, menggelar Gerakan Pangan Murah setiap hari, hingga menghadirkan program pangan subsidi bagi masyarakat tertentu.

Dengan harga Rp126.000, penerima manfaat dapat memperoleh paket pangan yang berisi beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung, dan susu.

Program ini diberikan kepada pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), penghuni rusun, pemegang Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), serta beberapa komunitas lainnya.
 
Dengan sekitar satu juta penerima manfaat, pemerintah berharap bantuan ini mampu menjaga stabilitas konsumsi dan daya beli masyarakat.

"Jakarta berada dalam kondisi aman hingga Januari 2026 dan masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi masa liburan Nataru," tandas Eli. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore