Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Desember 2025, 00.58 WIB

Tradisi Tutup Tahun Betawi, Ribuan Pelaku Seni Ramaikan Karnaval Sarendo-rendo di Silang Monas

Karnaval Sarendo-rendo 2025 di Silang Monumen Nasional (Monas) sisi selatan, Jakarta Pusat, Minggu (14/12). (Humas Pemprov DKI Jakarta) - Image

Karnaval Sarendo-rendo 2025 di Silang Monumen Nasional (Monas) sisi selatan, Jakarta Pusat, Minggu (14/12). (Humas Pemprov DKI Jakarta)

JawaPos.com – Jelang akhir tahun, Pemprov DKI menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya, Karnaval Sarendo-rendo 2025 di Silang Monumen Nasional (Monas) sisi selatan, Jakarta Pusat, Minggu (14/12).

Karnaval yang berlangsung pukul 07.00–19.00 itu menjadi ruang perjumpaan warga sekaligus panggung ekspresi bagi berbagai sanggar seni dari seluruh wilayah Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak warga Jakarta menghadiri Karnaval Sarendo-rendo itu. Terlebih, kegiatan itu berlangsung sejak pagi hingga malam dan melibatkan ribuan pelaku seni Betawi.

Rano mengatakan, Sarendo-rendo merupakan tradisi masyarakat Betawi yang lazim digelar sebagai penutup tahun. Momentum tersebut dimaknai sebagai ajang kebersamaan sekaligus refleksi menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Serendo-rendo ini biasanya kalau di Betawi itu acara penutup tahun. Nah karena itu, kami anggap ini adalah tutup tahun karena kita menjelang Natal dan Tahun Baru juga," terangnya.

Ia menilai, karnaval itu menjadi ruang penting bagi sanggar-sanggar seni di Jakarta untuk menampilkan karya mereka. Selama ini, lanjutnya, banyak sanggar yang rutin berlatih namun minim kesempatan tampil di ruang publik.

"Di Jakarta sanggar seni sangat banyak. Sangat kasihan kalau mereka berlatih tapi tidak punya pentas untuk menampilkan kreasinya. Hari ini semua keluar, ada tanjidor, tarian, sampai ondel-ondel," katanya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, lebih dari 100 sanggar seni terlibat dalam kegiatan tersebut. Jika satu sanggar rata-rata diikuti 20 orang, jumlah pelaku seni yang terlibat hampir mencapai 2.000 orang.

Parade budaya dimulai dari kawasan Balai Kota, melintasi Sarinah, dan berakhir di Monas. Setelah jeda pada sore hari, rangkaian acara kembali dilanjutkan hingga malam dengan pertunjukan seni dan pasar malam.

"Kegiatan ini tidak hanya pagi, tapi sampai malam. Jadi warga Jakarta yang belum punya agenda, silakan datang ke Monas," ujar Rano, tambahnya.

Kedepan, dia juga menyebutkan bahwa Karnaval Sarendo-rendo dapat menjadi agenda tahunan Pemprov DKI sebagai ruang apresiasi budaya Betawi sekaligus hiburan rakyat di ruang publik ibu kota.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore