Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Desember 2025, 00.41 WIB

Kerugian Ditaksir Rp 10 Miliar, Gubernur Pramono Segera Tuntaskan Penanganan Kebakaran Pasar Kramat Jati

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Selasa (16/12). (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Selasa (16/12). (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Selasa (16/12). Kunjungan ini fokus memastikan penanganan pasca kebakaran berjalan kilat. 

Diharapkan aktivitas perdagangan tetap terjaga, terutama menjelang momentum krusial Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (15/12) lalu memukul telak kawasan pasar. Gubernur Pramono membeberkan detail kerugian dan area terdampak.

Kebakaran itu mengakibatkan 350 kios hangus, yang dihuni oleh sekitar 121 pedagang. Total area yang terdampak mencapai 6.196 meter persegi.

"Dari hasil perhitungan, diperkirakan kerugian kebakaran mencapai Rp 10 miliar," ujar Gubernur Pramono di lokasi.

Pramono menjamin penataan lokasi sementara untuk berdagang akan rampung dalam waktu lima hari kedepan. "Penanganan ini saya minta dilakukan cepat. Maksimal lima hari harus selesai agar tidak mengganggu suplai dan pengadaan komoditas, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Saya yakin semuanya bisa tertangani dengan baik," lanjutnya.

Untuk memastikan proses pembangunan kembali berjalan cepat dan terukur, Pramono menegaskan bahwa bangunan pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya (BUMD DKI Jakarta) telah dijamin asuransi.

Langkah ini memperlancar proses renovasi. Ia menjelaskan mekanisme pemulihan akan ditangani langsung oleh perusahaan asuransi.

"Seperti yang disampaikan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, kawasan ini diasuransikan. Renovasi selanjutnya akan ditangani melalui mekanisme asuransi," jelasnya.

Lokasi penampungan sementara telah disiapkan, dengan jarak hanya sekitar 100 meter dari area yang terbakar. Terkait upaya mitigasi dan pencegahan di masa mendatang, Pramono menyoroti pentingnya perbaikan aspek keselamatan dalam proses renovasi.

Korsleting listrik diduga kuat menjadi penyebab kebakaran. "Dalam renovasi nanti, saya minta aspek pencegahan korsleting listrik diperbaiki dengan lebih baik. Untuk hidran kebakaran, akan dilakukan penambahan karena memang dibutuhkan di kawasan ini," ujarnya.

Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran yang sangat strategis. Pasar ini merupakan sentra distribusi buah di Jakarta dengan perputaran transaksi harian yang bisa mencapai Rp100 juta per hari.

Mengingat peran vital ini, Pemprov DKI menggandeng Bank Jakarta untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan (kredit) bagi para pedagang yang usahanya terdampak.

Selain fasilitas kredit, sebagai bentuk dukungan langsung selama masa renovasi, Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan finansial. Masing-masing pedagang terdampak akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk membantu keberlangsungan usaha mereka.

 "Para pedagang meminta kemudahan kredit, bahkan ada yang mengajukan hingga Rp 500 juta. Saya yakin Bank Jakarta akan memenuhi karena ini pedagang dengan omzet yang jelas dan klien yang loyal," imbuhnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore