Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Desember 2025, 03.00 WIB

UMP DKI 2026 Naik Ratusan Ribu: Buruh Sebut Kurang, Pengusaha Teriak Keberatan!

Ilustrasi buruh menolak skema kenaikan UMP DKI Jakarta karena dinilai masih di bawah kebutuhan hidup layak. (dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi buruh menolak skema kenaikan UMP DKI Jakarta karena dinilai masih di bawah kebutuhan hidup layak. (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Drama penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 terjadi. Meski pemerintah telah menyiapkan formula baru lewat Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan yang diteken Presiden Prabowo Subianto, kenyataannya kebijakan ini justru dijepit dari dua sisi.

Buruh merasa kenaikannya terlalu kecil, sementara pengusaha merasa terlalu besar.

Bagi kalangan pekerja, skema baru ini dianggap gagal menjawab realita di lapangan. Meskipun simulasi menunjukkan adanya kenaikan ratusan ribu rupiah, angka tersebut dinilai masih jauh dari target Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jakarta yang menyentuh Rp5,8 juta. Buruh pun menuntut UMP DKI tembus Rp6 juta.

Ketua DPD KSPI DKI Jakarta Winarso menyatakan, dengan angka simulasi tertinggi dari pemerintah sekalipun belum bisa memuaskan kebutuhan buruh di ibu kota.

"Belum (mengakomodasi tuntutan buruh). Contoh DKI, kenaikan UMP di angka teratas aja masih di bawah KHL," tegas Winarso.

Menurut Winarso, target buruh sangat jelas di angka Rp6 juta. Namun, dengan formula saat ini, plafon kenaikan tertinggi masih belum sanggup menembus angka psikologis tersebut.

Pengusaha Khawatir: Beban Operasional Bisa Meledak

Berseberangan dengan buruh, Kadin DKI Jakarta justru merasa formula pemerintah kali ini terlalu agresif. Fokus keberatan mereka ada pada variabel alfa yang dipatok di rentang 0,5 hingga 0,9. 

Jika angka tertinggi yang diambil, dunia usaha khawatir akan stabilitas keuangan perusahaan. Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap pemerintah tidak mengambil opsi angka Alfa maksimal.

"Kalau kita sebenarnya kan keberatan dengan alpanya itu. Alpanya sampai 0,9. Karena asumsinya ya kita tadinya berharap di 0,5 lah maksimal," ujar Diana kepada JawaPos.com.

Diana menambahkan bahwa angka final baru akan diputuskan setelah sidang Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta yang melibatkan unsur pengusaha dalam waktu dekat. "Kita baru mau rapat, sedang lusa ya. Antara lusa dan sampai dengan hari Senin. Jadi, angkanya nanti mungkin setelah sidang aja ya," tambahnya.

Simulasi Kenaikan UMP DKI Jakarta 2026

Mengacu pada data BPS, ekonomi Jakarta tumbuh 4,96 persen dengan inflasi 2,69 persen. Jika melihat UMP DKI Jakarta 2025 yang sebesar Rp 5.396.761, berikut adalah simulasi kenaikan gaji buruh berdasarkan nilai Alfa:

- Alfa 0,5: Naik 5,17 persen (+Rp 278.528). Total UMP: Rp 5.673.641.

- Alfa 0,6: Naik 5,67 persen (+Rp 305.504). Total UMP: Rp 5.700.617.

- Alfa 0,7: Naik 6,16 persen (+Rp 332.210). Total UMP: Rp 5.727.323.

- Alfa 0,8: Naik 6,66 persen (+Rp 359.186). Total UMP: Rp 5.754.299.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore