Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Desember 2025, 16.33 WIB

Tak Ada Kembang Api di Jakarta Saat Tahun Baru, Pramono Anung Minta Warga Rayakan dengan Empati

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengambil langkah tegas terkait perayaan malam pergantian tahun 2025/2026 di ibu kota. Ia meminta agar tidak ada kemeriahan yang berlebihan dan mewah pada malam Tahun Baru di Jakarta nanti.

Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan empati bagi saudara-saudara di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang baru saja dilanda banjir dan longsor.

Pramono menekankan bahwa Jakarta harus menunjukkan wajah yang peduli di tengah suasana duka yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia. Baginya, merayakan kemewahan di saat warga lain menderita adalah hal yang tidak bijak.

"Jadi saya sudah memikirkan, yang pertama yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat apa, mewah-mewah, enggak, saya enggak mau," tegas Pramono di Ancol, Jumat (19/12).

Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan ruang khusus bagi warga yang ingin melakukan refleksi diri.

"Yang kedua, pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara," tambahnya.

Gantikan Kembang Api dengan Teknologi Drone

Salah satu perubahan besar yang direncanakan adalah ditiadakannya pesta kembang api yang biasanya menjadi ikon malam tahun baru di Jakarta. Pramono menilai penggunaan teknologi drone jauh lebih tepat untuk saat ini.

Keputusan ini diambil mengingat posisi Jakarta sebagai wajah Indonesia di mata dunia yang harus tetap tampil elegan namun penuh rasa kemanusiaan.

"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone aja cukup. Karena bagaimanapun Jakarta sebagai ibu kota negara kan akan dilihat negara-negara lain. Maka saya akan meminta tim khusus untuk menyiapkan itu," jelasnya.

Keputusan Final di Hari Senin

Meski sudah memberikan arahan terkait pelarangan pesta mewah, detail teknis mengenai format acara penyambutan tahun baru masih dalam penggodokan tim khusus.

Pramono tetap memberikan ruang bagi warga untuk bersyukur, asalkan dilakukan dengan cara yang santun dan tidak mencolok.

"Tetapi saya juga tidak ingin semua orang kemudian harus apa, enggak boleh bersyukur dengan cara yang lain," ungkapnya.

Rencana detail mengenai rangkaian acara tahun baru di Jakarta akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

"Jadi sekali lagi, besok hari Senin ini saya akan putuskan apakah bentuk apa menyambut tahun baru itu bagaimana. Tapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra," imbuh Pramono.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore