
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal pimpin aksi terkait UMP DKI Jakarta di depan Balai Kota Jakarta, Selasa (23/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang protes buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026.
Pramono menyatakan, UMP 2026 sebesar Rp 5.729.876 telah diputuskan melalui pertimbangan matang dan diklaim sebagai yang tertinggi di Indonesia.
Diketahui, polemik utama muncul dari penggunaan nilai alfa dalam perhitungan UMP. Pramono mengungkapkan bahwa angka 0,75 diambil sebagai titik temu antara tuntutan buruh yang meminta di atas 0,9 dan usulan pengusaha di angka 0,55.
"Jadi, Jakarta ini dibandingkan dengan seluruh provinsi yang ada, UMP-nya paling tinggi. Dan Jakarta kemarin kenaikannya juga cukup tinggi. Kita menggunakan alfanya adalah 0,75," ujarnya, Senin (29/12).
Diketahui, berdasarkan data rekapitulasi nasional, UMP DKI Jakarta 2026 memang menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi.
Namun, perlu dicatat bahwa Jakarta tidak memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) karena wilayahnya berstatus kota administratif.
Hal inilah yang menyebabkan UMP Jakarta bukanlah yang tertinggi jika dibandingkan dengan UMK Bekasi atau Karawang yang sudah menembus angka Rp 5,9 juta.
Pramono mengatakan, pihaknya juga telah memberikan insentif tambahan guna meringankan beban para buruh. Insentif yang dimaksud ialah pemberian transportasi gratis, pangan murah, hingga subsidi penggunaan air PAM Jaya.
"Dan untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta juga memberikan insentif, di antaranya adalah transportasi gratis, pangan lebih murah, air dari PAM Jaya juga kami subsidi," katanya.
Meski begitu, Pramono menyambut baik aspirasi yang disampaikan para buruh melalui aksi unjuk rasa.
Namun, ia menitipkan pesan agar suasana Jakarta tetap terjaga tanpa ada kericuhan, mengingat banyak massa yang datang dari luar Jakarta.
"Saya berharap karena saya mendengar yang akan demo sebenarnya dari daerah, tapi kan yang didemo di Jakarta. Kami dengan tetap akan menjaga kondusivitas dan juga keamanan Jakarta, itu penting sekali," kata Pramono.
Sebelumnya, Presiden KSPI, Said Iqbal menyoroti fakta bahwa upah di Bekasi dan Karawang justru sudah menyentuh Rp 5,95 juta, lebih tinggi dari Jakarta yang hanya Rp 5,73 juta.
Said Iqbal menilai sangat ironis jika pegawai di pusat bisnis elite Jakarta justru bergaji lebih rendah dibandingkan buruh manufaktur di daerah penyangga.
Ia menegaskan bahwa ketimpangan ini tidak masuk akal mengingat biaya hidup di Jakarta jauh lebih mahal.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
