Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Desember 2025, 23.10 WIB

Panggung Tahun Baru 2026 Mulai Berdiri di Bundaran HI, Pesta Kembang Api Dilarang?

Sejumlah panggung mulai dibangun untuk merayakan malam tahun baru 2025/2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (30/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Sejumlah panggung mulai dibangun untuk merayakan malam tahun baru 2025/2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (30/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wajah Bundaran HI mulai bersiap menyambut malam pergantian tahun. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (30/12), sejumlah panggung dan layar panel Led juga sudah mulai berdiri kokoh di area ikonik Jakarta ini.

Tidak hanya panggung, aparat kepolisian dan Satpol PP sudah disiagakan di berbagai titik. Bundaran HI dipastikan akan menjadi pusat konsentrasi massa pada perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta.

Ada yang berbeda pada perayaan tahun ini. Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada pesta kembang api di Bundaran HI. Sebagai gantinya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusung konsep yang lebih menyentuh dengan pesan solidaritas dan harapan.

Pemerintah ingin mengajak warga Jakarta untuk berempati terhadap saudara-saudara di berbagai daerah yang sedang tertimpa musibah.

D’Masiv Siap Getarkan Jakarta dengan 'Jangan Menyerah'

Sebagai puncak acara, band kenamaan D’Masiv akan hadir secara khusus. Mereka dijadwalkan membawakan lagu hit "Jangan Menyerah" tepat di detik-detik pergantian tahun.

Pramono Anung menjelaskan bahwa pemilihan lagu ini memiliki makna mendalam sebagai dukungan moril bagi warga di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan wilayah lainnya yang dilanda bencana.

"Karena untuk memesan lagu seperti ini kan enggak gampang, maka itulah yang kami pilih untuk pergantian tahun," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (22/12).

Menurutnya, lirik lagu tersebut membawa pesan kuat agar masyarakat tetap tegar dan optimistis menghadapi cobaan.

Doa Bersama Lintas Agama di Seluruh Jakarta

Selain alunan musik yang inspiratif, Pemprov DKI juga mewajibkan adanya sesi doa bersama lintas agama dalam rangkaian acara resmi. Hal ini berlaku tidak hanya di Bundaran HI, tapi juga di seluruh tingkat kota administrasi.

Pramono menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit yang dialami bangsa saat ini.

"Semua agama akan ada di tempat itu, karena apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua," kata Pramono.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore