Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Desember 2025, 22.48 WIB

Ancol Tiadakan Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru demi Solidaritas Sumatera, Tapi Konser Musik Tetap Digelar

Kahitna, Bilal Indrajaya, dan Marcello Tahitoe Siap Manggung Pada Malam Tahun Baru. (ist) - Image

Kahitna, Bilal Indrajaya, dan Marcello Tahitoe Siap Manggung Pada Malam Tahun Baru. (ist)

JawaPos.com - Ancol Taman Impian resmi meniadakan pesta kembang api di malam pergantian tahun baru 2025/ 2026. Keputusan ini diambil sebagai wujud empati mendalam terhadap bencana alam yang menimpa Sumatera Utara, Sumatwra Selatan dan Aceh. 

Meski demikian, rangkaian acara hiburan lainnya dipastikan tetap berjalan dengan konsep yang lebih bermakna.

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bentuk keprihatinan bangsa. Fokus perayaan tahun ini dialihkan dari kemeriahan visual yang juga merupakan kegiatan solidaritas.

"Ancol memutuskan untuk meniadakan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun. Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan agar momen pergantian tahun dapat dijalani secara lebih bermakna, selaras dengan nilai solidaritas dan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa," ujar Daniel, Rabu (24/12) 

Konser Dewa 19 Tetap Jalan, Fokus Doa dan Donasi

Bagi pengunjung yang sudah berencana merayakan malam tahun baru di Ancol, jangan khawatir. Rangkaian acara musik besar seperti Konser Peduli Sumatera tetap digelar di Pantai Carnaval.

Acara ini akan menampilkan deretan musisi papan atas seperti Dewa 19 feat Ello, Helloband, hingga Five Minutes. Selain itu, panggung New Palapa di Pantai Festival juga tetap menghibur pengunjung. Namun, atmosfer pertunjukan kali ini akan terasa berbeda.

"Rangkaian kegiatan malam tahun baru tetap berlangsung yang difokuskan pada kebersamaan, doa, donasi dan refleksi, sehingga dapat menjadi ruang penguatan dan harapan bagi semua pihak," tambah Daniel.

Pesan Solidaritas: Pulihlah dan Bangkitlah Sumatera

Ancol berharap malam pergantian tahun ini menjadi titik balik bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama. Pengunjung diajak untuk merenung dan mengirimkan doa bagi keselamatan warga di Sumatera.

Daniel menegaskan bahwa esensi tahun baru kali ini bukan sekadar pesta, melainkan penguatan mental bangsa.

"Kami mengajak seluruh pengunjung untuk menjadikan pergantian tahun ini sebagai momen perenungan dan doa bersama. Satu pesan ungkapan hati dan rasa solidaritas untuk Sumatra, ‘Pulihlah dan Bangkitlah’ karena kami selalu ada," imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore