Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Desember 2025, 18.46 WIB

Viral! Dipalak Preman BKT Duren Sawit, Pedagang Ini Berdarah-darah hingga Diancam Pisau!

Tampang terduga pelaku pengeroyokan pedagang di BKT, Jakarta Timur. (Istimewa)

JawaPos.com - Seorang pedagang di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok orang yang diduga preman kampung, Kamis (25/12).

Meski video kejadian telah viral dan korban mengalami luka-luka, penanganan kasus ini dinilai lamban oleh pihak keluarga korban.

Peristiwa ini bermula saat korban tengah berjualan di Belakang Perumahan Cipinang Indah, dekat jembatan BKT. Dua orang pria yang mengaku sebagai "pemegang wilayah" mendatangi lapak korban untuk meminta uang jatah sebesar Rp20.000.

Karena dagangan belum laku, korban menolak memberikan nominal tersebut secara penuh. Penolakan ini justru memicu amarah para preman.

"Adik saya berjualan di lokasi tersebut tidak pernah seharian full, hanya dari 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Tapi ke 2 preman tersebut memintain jatah di sana secara rata, seperti orang lain yang jualan seharian full," tulis akun @Kunsurya94 yang memviralkan kejadian ini.

Korban Sempat Diancam Senjata Tajam

Ketegangan memuncak saat salah satu preman melempar plastik minuman ke wajah korban. Perkelahian pun tak terhindarkan. Berdasarkan keterangan saksi, salah satu pelaku yang berusia lanjut bahkan sempat mencabut pisau dari pinggangnya.

"Salah satu adik saya mengalami luka dihitung dan berdarah, bahkan salah salah satu dari premen tersebut (pria tua ubanan) mencabut pisaunya dan mencoba menusuk adik saya yang sudah berlumur darah hidungnya, beruntungnya adik saya dapat menangkis pisau, alhasil tangan adik saya bengkak, dan ada bukti visum serta rontgen tangannya," ungkapnya.

Laporan Polisi Dinilai Jalan di Tempat

Pihak keluarga mengaku kecewa karena hingga Selasa (30/12), para pelaku masih bebas berkeliaran. Padahal, laporan resmi ke Polsek Duren Sawit dan hasil visum dari RS Harum sudah diserahkan sejak hari kejadian.

"Saya melakukan sesuai ketentuan hukum, tanpa melakukan hal-hal yang di luar hukum. Akan tetapi sejak tanggal 25 Desember 2025 sampai hari ini saya posting berita ini tanggal 30 Desember 2025, tidak ada tindak lanjut mengenai laporan yang sudah saya buat secara lengkap di polsek terkait," tulisnya.

Kapolsek Duren Sawit, AKP Sutikno, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

"Laporannya sedang kami lidik," ujar AKP Sutikno saat dikonfirmasi.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore