Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2026, 18.51 WIB

Misteri Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakarta Utara: Polisi Periksa CCTV Kontrakan

Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN - Image

Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Utara terus bergerak mengungkap misteri kematian satu keluarga di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas 8, Tanjung Priok.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami rekaman CCTV yang diambil dari lokasi kejadian, guna mencari titik terang penyebab kematian tiga orang tersebut.

Penyelidikan intensif ini dilakukan setelah penemuan tiga jasad dalam kondisi mengenaskan di kontrakan tersebut pada Jumat (2/1).

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara telah mengamankan sejumlah bukti digital dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengonfirmasi bahwa rekaman CCTV tersebut sedang dalam proses pemeriksaan ahli.

"Itu juga masih dalam analisa kami (CCTV)," ujarnya, Sabtu (3/1). Langkah ini diambil untuk melihat aktivitas di sekitar rumah kontrakan sebelum para korban ditemukan tak bernyawa.

Kronologi Penemuan: Anak Korban Histeris Pulang Kerja

Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap saat salah satu anak korban pulang dari tempat kerja. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati pintu rumah terbuka dan melihat anggota keluarganya dalam posisi yang tidak wajar.

Onkoseno menjelaskan, saksi melihat ketiga korban tampak seperti sedang tertidur, namun ada kejanggalan pada kondisi fisik mereka.

"Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar," tegas Onkoseno.

Identitas ketiga korban diketahui berinisial S, 50, AA, 27, dan seorang remaja laki-laki berinisial A, 13. Berdasarkan olah TKP awal, polisi menemukan tanda-tanda medis yang serupa pada ketiga jenazah.

"Hasil penanganan awal kami di TKP (Tempat Kejadian Perkara), itu tiga korban tersebut meninggal dalam kondisi mulut berbusa dan ada ruam merah," ucap Onkoseno.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan apakah kematian tersebut diakibatkan oleh keracunan, tindakan kriminal, atau penyebab lainnya.

Tim forensik masih bekerja untuk memastikan penyebab pasti dari tragedi memilukan di awal tahun ini.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore