Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Januari 2026, 00.19 WIB

Waspada Banjir Rob, Pemprov DKI Siagakan Tanggul Darurat

Ilustrasi tanggul darurat di Pelabuhan Sunda Kelapa. DPRD DKI Jakarta mendesak pemprov segera memperbaiki kebocoran tanggul dan memperkuat infrastruktur pesisir. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS) - Image

Ilustrasi tanggul darurat di Pelabuhan Sunda Kelapa. DPRD DKI Jakarta mendesak pemprov segera memperbaiki kebocoran tanggul dan memperkuat infrastruktur pesisir. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

JAKARTA - Pemprov DKI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyiagakan berbagai infrastruktur pengendali air, mulai dari pompa, pintu air, hingga pembangunan tanggul darurat di sejumlah titik rawan pesisir utara Jakarta.

Kepala Dinas SDA DKI Ika Agustin Ningrum menuturkan, seluruh sumber daya telah dipersiapkan untuk meminimalkan dampak limpasan air laut ke daratan. "Dinas SDA sudah menyiagakan pompa stationer, pompa mobile, pintu air, serta Pasukan Biru yang siap bergerak cepat di lapangan," ujarnya. Sejumlah rumah pompa dan pintu air yang disiagakan antara lain Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, serta Pompa Tanjungan.

Selain pengoperasian pompa, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sebagai langkah penanganan jangka pendek sambil menunggu rampungnya proyek tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tanggul darurat dibangun di kawasan Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan R.E. Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS), serta Marunda Pulo.

"Kami berharap langkah-langkah ini efektif menahan limpasan air laut, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat berjalan dengan aman," kata Ika.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI juga sudah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob hingga 7 Januari 2026. Peringatan itu berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok terkait pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee atau supermoon.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji menjelaskan, kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan. "Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pukul 06.00 hingga 12.00. Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Isnawa juga menyampaikan, data dari BMKG, ada tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob. Yakni, Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Marunda, Pasar Ikan (Sunda Kelapa), Tanjung Priok dan Kalibaru, serta Ancol. Beberapa titik rawan di antaranya kawasan permukiman pelabuhan, tambak, kawasan industri, hingga ruas jalan utama di pesisir utara Jakarta. Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan akibat rob. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore