Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2026, 04.05 WIB

Antisipasi Intensitas Hujan Tinggi, Pemprov DKI Lakukan OMC Hingga 22 Januari 2026

BNPB memulai OMC untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah Semarang dan Grobogan, Jateng, pada Sabtu (25/10). (BNPB) - Image

BNPB memulai OMC untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah Semarang dan Grobogan, Jateng, pada Sabtu (25/10). (BNPB)

JawaPos.com - Pemprov DKI mulai menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) mulai hari ini (16/1) hingga Kamis (22/1). Kebijakan itu diambil Pemprov DKI menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan curah hujan di wilayah Jabodetabek hingga 22 Januari, dengan puncak hujan pada 18–20 Januari.

Operasi tersebut dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara. OMC difokuskan untuk menekan intensitas hujan dan mengurangi risiko banjir serta genangan di wilayah rawan.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, modifikasi cuaca menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. 

''Upaya OMC ini dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah rawan banjir di Jakarta,'' terang Isnawa. 

Menurut Isnawa, langkah OMC itu diperkuat menyusul beberapa peristiwa banjir yang melanda sejumlah kawasan Jakarta pada Senin (12/1). Dia menyebutkan, pengalaman itu menunjukkan perlunya kesiapsiagaan maksimal saat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat berkelanjutan.

Selain OMC, Pemprov DKI juga menyiagakan pompa air, melakukan pengerukan saluran, serta mengerahkan personel di lapangan. “Seluruh upaya dilakukan untuk menekan risiko bencana selama periode hujan tinggi,” katanya.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, pelaksanaan modifikasi cuaca merupakan instruksi langsung gubernur DKI. Dia juga menegaskan, dengan permukaan tanah yang rendah, Jakarta menghadapi tiga potensi sumber banjir. Yakni, banjir rob, hujan lokal, dan hujan kiriman dari hulu.

"Jika ketiganya terjadi bersamaan, satu-satunya cara adalah pemompaan. Karena itu seluruh pasukan kami siaga di wilayah masing-masing," ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore