Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Januari 2026, 16.58 WIB

Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 27 Januari 2026

Gubernur DKI Jakarta memperpanjang operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah banjir. (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam mengantisipasi cuaca ekstrem. Yang sebelumnya, dilaksanakan hingga 23 Januari 2026, diperpanjang menjadi 27 Januari 2026. Hal itu untuk mencegah terjadinya banjir parah di Jakarta dampak cuaca ekstrem.

''Kenapa diperpanjang? Saya tidak mau terulang kembali bahwa kami tidak persiapkan untuk itu. Walaupun menyangkut OMC ini ada kritikan dari banyak orang,'' terang Pramono. Tidak hanya waktu, Pramono juga memerintahkan agar penerbangan penaburan garam dengan OMC itu juga ditingkatkan intensitasnya.

''Harusnya, modifikasi hanya satu kali, saya langsung perintahkan hingga tiga kali karena memang secara signifikan memang berpengaruh,'' terangnya.

Untuk anggaran OMC itu, dia menyebutkan sudah disiapkan melalui APBD DKI. Namun, dia tidak merincikan alokasi anggarannya. ''Budgetnya sudah tersedia, sudah kami sediakan sampai 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan atau handicap terhadap itu,'' terangnya.

Tidak hanya itu, Pramono juga OMC tidak hanya diperuntukkan untuk antisipasi cuaca ekstrem di Jakarta, tetapi juga daerah penyangga Bodetabek. Hal itu disampaikan Pramono menanggapi pembentukan Tim Khusus Antisipasi Cuaca Ekstrem di Pulau Jawa oleh Presiden Prabowo. Kebijakan itu diambil Pramono karena daerah tidak memiliki anggaran melaksanakan OMC tersebut.

''Mungkin daerah lain, biaya untuk OMC kan pasti nggak ada sehingga dengan demikian Jakarta pasti akan berkontribusi untuk itu. Termasuk didalamnya kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Pusat, sehingga beberapa daerah yang ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Pusat, tetapi untuk Jabodetabek untuk OMC dan sebagainya kami (DKI) yang melakukan. Jadi apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk Jakarta pasti kami jalankan,'' tambahnya.

Terkait kritik LBH Jakarta dan Walhi yang menyebutkan OMC itu mengulang kebiasaan usang gubernur Jakarta terdahulu dalam menangani banjir, Pramono membantahnya. Menurutnya, dia tidak mengulang kebiasaan usang karena selain OMC, dia juga menjalankan normalisasi untuk mengatasi banjir. Mulai dari normalisasi Kali Krukut hingga Ciliwung, yang membutuhkan dana besar.

''Prinsipnya, saya tidak mengulang hal yang lama. Lalu, penanganan dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat. Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan sehingga dengan demikian harus kami tangani,'' imbuhnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore