Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 17.55 WIB

Polisi dan TNI Minta Maaf Usai Amankan Penjual Es yang Dituduh Pakai Spons Bedak, Ternyata Aman!

Ilustrasi Es Gabus. (YouTube Eliza Perkasa)

JawaPos.com - Kasus video viral penjual es jadul yang diamankan aparat di Utan Panjang, Jakarta Pusat, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu polemik dan kritik tajam dari netizen, pihak TNI dan Polri secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa dagangan tersebut aman dikonsumsi.

Berdasarkan uji laboratorium dari Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, sampel es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat meses milik pedagang dinyatakan memenuhi standar kesehatan.

Hasil Uji Laboratorium Nyatakan Layak Konsumsi

Kekhawatiran soal penggunaan bahan berbahaya seperti spons bedak dalam es hunkue tersebut terbukti tidak benar. Kepastian ini muncul setelah tim ahli melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh produk jualan milik Bapak Sudrajat, sang pedagang es.

Menindaklanjuti hasil valid tersebut, Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa menggelar pertemuan di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam untuk meluruskan video viral.

Pengakuan Salah dan Permohonan Maaf Aparat

Dalam pertemuan itu, Aiptu Ikhwan Mulyadi selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa mengakui adanya kekeliruan dalam prosedur penanganan di lapangan. Ia menyesalkan tindakan yang terburu-buru sebelum adanya bukti ilmiah.

"Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujarnya.

Dia menjelaskan, tindakan awal yang dilakukan merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka. Sebagai petugas di lapangan, pihaknya berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," katanya.

Meski begitu, ia menyadari bahwa dirinya telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," ungkapnya.

Ikhwan mengaku turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Ia juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi tempatnya bekerja.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga," imbuhnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore