Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Januari 2026, 04.10 WIB

Viral Guru SD Dipolisikan Gara-gara Beri Nasihat ke Murid, Kapolres Tangsel: Baru Proses Lidik, Kami Masih Mencari Ada Peristiwa Pidana Atau Tidak?

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo. (Dok Antara) - Image

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo. (Dok Antara)

JawaPos.com - Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo angkat bicara soal kasus viral seorang guru yang dipolisikan karena menasehati muridnya. Kasus ini sedang diselidiki oleh penyidik dari Polres Tangerang Selatan.

Diketahui, viral di media sosial soal kriminalisasi guru oleh muridnya kembali terjadi. Kali ini seorang pengajar di SDK Mater Dei Pamulang, dilaporkan ke polisi atas tuduhan kekerasan verbal.

"Saya sudah monitor (kasusnya-red)," kata AKBP Boy saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (27/1). 

Menurutnya, kasus itu saat ini masih ditangani oleh penyidik. Dia berjanji akan melakukan penyelidikan dengan sebaik-baiknya.

"Baru proses Lidik atas adanya laporan dari pihak pelapor. Tentunya masih mencari dan menemukan apakah ada peristiwa pidana atau tidak? Kami lakukan secara profesional," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah kasus ini bisa diselesaikan dengan cara Restorative Justice (RJ), dia mengatakan bahwa dalam KUHP yang baru sangat terbuka untuk menyelesaikan masalah dengan cara itu.

"RJ di KUHP baru sudah diatur, tentunya kami membuka ruang yang luas untuk RJ," pungkasnya.

Viral

Diberitakan sebelumnya, kriminalisasi guru oleh muridnya kembali terjadi. Christiana Budiyati, atau yang akrab disapa Bu Budi, seorang pengajar di SDK Mater Dei Pamulang, dilaporkan ke polisi atas tuduhan kekerasan verbal.

Kasus ini memicu gelombang dukungan besar di internet. Hingga saat ini, sebuah petisi di laman change.org telah mengumpulkan lebih dari 17.000 tanda tangan sebagai bentuk pembelaan terhadap guru yang telah mengabdi puluhan tahun tersebut.

Kronologi Kejadian di SDK Mater Dei Pamulang

Kasus ini ramai di setelah sang anak, Dino Gabriel, membagikan kisah ini melalui instagram miliknya @dinogabrl.

Ia menceritakan, persoalan ini bermula pada Agustus 2025. Saat itu, sedang berlangsung kegiatan lomba sekolah. Seorang murid terjatuh setelah meminta temannya menggendong, namun tidak segera mendapat pertolongan dari rekan-rekannya.

Melihat kejadian itu, Bu Budi sebagai wali kelas memberikan nasihat kepada seluruh murid. Tujuannya agar mereka lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sesama teman. Namun, niat baik tersebut berujung panjang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore