Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Februari 2026, 22.47 WIB

Pemprov DKI Jakarta akan Kendalikan Harga Pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan entrance Stasiun MRT Harmoni di Jakarta, Selasa (20/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan entrance Stasiun MRT Harmoni di Jakarta, Selasa (20/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengendalikan harga-harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota, Selasa, mengatakan, telah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengendalikan dan menjaga harga-harga bahan pokok agar tidak baik.

“Yang pertama adalah monitoring rutin ketersediaan harga pangan. Baik itu beras, daging, LPG 3 kilogram serta kita akan tetap menerapkan apa yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta mengenai 'early warning system' terhadap harga-harga yang ada di Jakarta,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pengawasan keamanan terhadap ketersediaan pangan.

Adapun ketersediaan pangan untuk hari-hari besar seperti Imlek, Nyepi, Ramadhan dan Idul Fitri di Jakarta saat ini dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kemudian juga untuk subsidi pangan, kami melihat bahwa hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik,” ungkap Pramono.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, menjelang Imlek dan Ramadhan, ketersediaan pangan di Jakarta terpantau dalam kondisi cukup meskipun terdapat kenaikan kebutuhan pangan.

“Peningkatan kebutuhan pangan dengan persentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam sebanyak 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen dan bawang putih 3,57 persen,” katanya.

Hasudungan mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan bahan pangan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Provinsi DKI Jakarta.

Dengan demikian diharapkan hal tersebut dapat mempermudah akses pangan masyarakat dengan harga terjangkau.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menggelar kegiatan penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu.

Pada kegiatan ini, masyarakat penerima manfaat dapat membeli enam jenis komoditas pangan yaitu beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu UHT (khusus penerima KJP) seharga Rp126.000,- per paket. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore