Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Februari 2026, 14.05 WIB

Sekda DKI Beberkan Strategi Jaga Stabilitas Harga Pangan Menjelang Imlek dan Ramadhan 2026

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto saat ditemui di Jakarta, Senin (17/4/2023). ANTARA/Walda - Image

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto saat ditemui di Jakarta, Senin (17/4/2023). ANTARA/Walda

JawaPos.com - Pemprov DKI mendorong tiga BUMD pangan Jakarta untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang Imlek, Ramadhan, dan Idulfitri 2026. Mulai dari Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya diposisikan sebagai garda terdepan pengendali inflasi Ibu Kota.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Uus Kuswanto menuturkan, rangkaian hari besar keagamaan nasional (HBKN) yang dimulai dari Imlek, Ramadan hingga Idulfitri menjadi momentum krusial yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, Jakarta tidak hanya memenuhi kebutuhan warganya, tetapi juga menjadi pusat mobilitas masyarakat dari daerah penyangga.

‘’’Jakarta ini menjadi pusat aktivitas. Saat hari besar, konsumsi meningkat. Karena itu, Pemprov harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dan harga tetap terkendali,” ujar Uus di Balai Kota, kemarin (11/2).

Menurut dia, BUMD pangan bukan sekadar operator distribusi, melainkan instrumen strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Karena itu, koordinasi lintas BUMD terus diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun kekosongan pasokan saat permintaan meningkat.

“BUMD pangan ini menjadi salah satu tameng kita dalam mengendalikan kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada ‘kagetan’ ketika Ramadan atau Idulfitri tiba. Tidak ada alasan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif disiapkan, antara lain bazar murah, program pangan bersubsidi bagi kelompok tertentu, kampanye belanja bijak untuk mencegah panic buying, serta penguatan program urban farming.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengungkapkan pihaknya berhasil meredam potensi mogok pedagang daging sapi di pasar-pasar Jakarta melalui koordinasi cepat dengan dinas terkait dan pelaku usaha. Menurutnya, perseroan bergerak sigap ketika muncul rencana aksi mogok yang berpotensi mengganggu distribusi dan memicu gejolak harga.

“Alhamdulillah, saat ada rencana mogok berjualan daging sapi, kami bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar situasi tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Di bawah arahan Pemprov DKI, Dharma Jaya bersama para pemangku kepentingan mengatur pembagian peran guna memastikan distribusi tetap berjalan dan harga terkendali. “Kami berbagi peran, melihat apa yang bisa kami lakukan untuk Jakarta. Tujuannya satu, supaya distribusi tetap aman dan harga tetap terkendali,” tandasnya. Sebagai BUMD DKI, lanjutnya, Dharma Jaya tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengemban tanggung jawab menjaga ketahanan pangan, terutama saat terjadi potensi gangguan di lapangan.(rya/)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore