Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Februari 2026, 00.42 WIB

5 Tips Naik Transportasi Umum Saat Ramadhan di Jakarta, Biar Puasa Tetap Nyaman dan Perjalanan Lancar

Ilustrasi 8 ciri orang yang menolak memberikan tempat duduk di angkutan umum.

JawaPos.com - Bulan Ramadhan selalu membawa suasana berbeda di Jakarta. Jam pulang kantor terasa lebih padat dari biasanya, orang-orang berlomba tiba di rumah sebelum azan maghrib, dan halte maupun stasiun jadi titik kumpul menjelang buka puasa.

Kalau kamu rutin naik transportasi umum, ada beberapa strategi sederhana yang bisa bikin perjalanan tetap nyaman tanpa mengganggu ibadah. Berikut lima tips naik transportasi umum saat Ramadhan di Jakarta yang bisa jadi panduan praktis sepanjang bulan puasa.

1. Manfaatkan Kelonggaran Buka Puasa di Armada

Kabar baiknya, sejumlah moda seperti TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga KRL Commuter Line memberikan kelonggaran bagi penumpang untuk berbuka puasa di dalam armada atau area halte atau stasiun, biasanya hingga sekitar satu jam setelah waktu maghrib.

Artinya, kamu tidak perlu panik turun hanya untuk mencari tempat berbuka. Cukup siapkan takjil sederhana di tas, air mineral dan kurma atau roti kecil sudah cukup untuk membatalkan puasa.

Hindari makanan beraroma tajam atau yang berpotensi mengotori kursi dan lantai. Prinsipnya sederhana, berbuka secukupnya, lanjutkan perjalanan dengan tetap menjaga kenyamanan penumpang lain.

Tips kecil tapi penting, simpan takjil di tempat yang mudah dijangkau agar kamu tidak perlu membongkar isi tas saat kereta atau bus sedang penuh.

2. Atur Waktu, Hindari Rush Hour Jelang Maghrib

Pola kepadatan selama Ramadhan biasanya sedikit bergeser. Jika di hari biasa jam sibuk terasa di pagi dan sore, saat puasa lonjakan penumpang paling terasa menjelang berbuka, sekitar pukul 16.30–18.30 WIB.

Kalau punya fleksibilitas waktu, pertimbangkan untuk pulang lebih awal atau justru sedikit lebih malam setelah salat tarawih. Beberapa orang memilih tetap di kantor atau sekitar lokasi kerja hingga usai buka dan tarawih, lalu baru pulang ketika arus sudah lebih lengang.

Strategi ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal energi. Berdiri lama di gerbong penuh saat kondisi perut kosong tentu menguras tenaga. Menggeser waktu perjalanan bisa membuat kamu sampai rumah dengan kondisi fisik yang lebih stabil.

3. Pastikan Saldo Uang Elektronik Aman

Hal yang sering disepelekan tapi krusial: saldo kartu. Jangan sampai sudah lemas karena puasa, kamu masih harus antre isi ulang kartu di stasiun.

Pastikan kartu uang elektronik seperti e-money, Flazz, TapCash, JakCard, atau metode pembayaran digital yang terintegrasi sudah terisi cukup sebelum berangkat. Jika menggunakan pembayaran nontunai berbasis QR di halte bus, cek kembali koneksi dan saldo aplikasi.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore