Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Februari 2026, 06.22 WIB

Geger Aksi Brutal Matel di Tangerang: Tusuk Pemilik Mobil Hingga Bersimbah Darah

Tangkapan layar korban penikaman mata elang (matel) Bastian Sori saat mendapatkan penanganan medis. (Istimewa)

JawaPos.com - Aksi brutal kawanan debt collector atau mata elang (matel) kembali memakan korban. Kali ini, seorang pengacara bernama Bastian Sori (BS) menjadi korban penusukan saat mempertahankan mobilnya di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (23/2).

Insiden berdarah ini terekam kamera sang istri dan mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, istri korban terdengar berteriak histeris meminta pertolongan saat sejumlah pria memaksa membawa mobil putih miliknya.

"Tolong, tolong ini debt collector. Suami saya ditusuk, ya. Polisi tolongin," teriak perempuan tersebut dalam rekaman video yang beredar luas.

Kronologi Penarikan Paksa Berujung Penikaman

Peristiwa mencekam ini terjadi di Perumahan Palem Semi, Karawaci. Kejadian bermula saat tiga orang pria yang mengaku sebagai debt collector mendatangi kediaman korban. Mereka berniat menarik paksa mobil bernomor polisi B-2540-JUN milik Bastian.

Sebagai seorang advokat yang paham hukum, korban menolak menyerahkan kendaraannya karena menilai prosedur penarikan tersebut ilegal. Namun, penolakan tersebut justru menyulut emosi para pelaku.

Salah satu pelaku yang mengenakan kemeja biru terekam menggenggam benda diduga pisau. Tak lama kemudian, penusukan pun terjadi. Usai melukai korban, para pelaku langsung masuk ke dalam mobil korban dan membawanya kabur dari lokasi kejadian.

Akibat serangan tersebut, Bastian Sori yang juga pengurus DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Banten dilarikan ke rumah sakit. Foto-foto korban di ruang IGD dengan perut bersimbah darah pun memicu kecaman netizen.

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Boy Jumalolo membenarkan aksi kekerasan yang melibatkan kelompok penagih utang tersebut.

"Benar, adanya kejadian sekelompok matel (mata elang) yang menganiaya di Kelapa Dua," ujar Boy, Selasa (24/2).

Pihak kepolisian telah bergerak dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi mata.

AKBP Boy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme berkedok penagihan utang di wilayah hukumnya.

"Beberapa saksi sudah diperiksa untuk melakukan penindakan dan penangkapan terhadap matel yang arogan," tegas Boy.

Kapolres juga telah menjenguk korban yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Tangerang. Ia memastikan timnya tengah memburu para pelaku yang melarikan diri.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore