Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Februari 2026, 18.31 WIB

Bapak-Anak Penganiaya Tetangga Akibat Suara Drum di Cengkareng Resmi Ditahan, Terancam 5 Tahun Penjara

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung saat memberikan keterangan, Selasa (14/5). (Istimewa)

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Barat resmi menahan bapak dan anak Dodo Siagian dan Nasio Siagian. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan penganiayaan brutal terhadap tetangganya sendiri, Darwin, hanya karena dipicu teguran suara drum yang bising.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, penahanan tersebut dilakukan sejak Selasa (24/2) kemarin. Langkah ini diambil setelah penyidik melakukan gelar perkara dan mengantongi bukti yang cukup kuat.

"Iya betul (sudah ditahan) per kemarin Selasa di Polres Metro Jakarta Barat," ucap Arfan saat dikonfirmasi, Rabu (25/2).

Penetapan tersangka ini merupakan buntut panjang dari aksi kekerasan yang dilakukan kedua pelaku terhadap korban dan istrinya di kawasan Cengkareng. Polisi memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur setelah semua alat bukti mengarah pada tindak pidana penganiayaan.

"Kemarin kan sudah gelar perkara, sekarang dua-duanya sudah ditahan," tegas Arfan.

Akibat perbuatannya, pasangan ayah dan anak ini dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama. Mereka kini terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun 6 bulan.

Arfan menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk pelimpahan berkas perkara. "Ya selanjutnya kami akan koordinasi langsung dengan kejaksaan ya untuk berkas-berkas semuanya. Selanjutnya akan segera kami update kembali," tambahnya.

Kronologi Brutal: Berawal dari Berisik Suara Drum

Tragedi ini bermula pada Sabtu (7/2) di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng. Korban, Darwin, 32, merasa terganggu dengan suara bising drum yang dimainkan anak pelaku. Namun, bukannya meminta maaf saat ditegur, pelaku justru naik pitam.

Darwin menceritakan betapa mencekamnya situasi saat itu. Ia tidak hanya dipukul secara fisik, tetapi juga dihina secara verbal.

Aksi kekerasan ini makin menjadi-jadi ketika sang ayah ikut campur menggunakan kendaraan. Istri Darwin yang berada di lokasi pun tak luput dari sasaran amukan pelaku.

"Pas cekcok saya dorong (anaknya), bapaknya datang dari samping, istri saya di belakang saya, dari samping pakai mobil bapaknya tabrak istri saya sampai jatuh," ujar Darwin.

Bahkan setelah dilerai, intimidasi belum berhenti. Anak pelaku sempat merekam video sambil melontarkan kalimat kasar yang sangat merendahkan martabat korban. Akibat pengeroyokan tersebut, Darwin mengalami luka di sembilan bagian tubuh, termasuk kepala, wajah, hingga lutut.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore