Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Oktober 2025, 01.04 WIB

Polri Tangkap 83 Tersangka Kasus Karhutla Sejak Januari-Oktober 2025, Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam pertemuan dengan Menhut Raja Juli Antoni di Mabes Polri pada Jumat (24/10). (Polri) - Image

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam pertemuan dengan Menhut Raja Juli Antoni di Mabes Polri pada Jumat (24/10). (Polri)

JawaPos.com - Penindakan terhadap pelaku kejahatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun ini sudah mencapai 83 tersangka. Puluhan tersangka itu ditangkap karena terlibat dalam sejumlah kasus karhutla di Indonesia. Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah tersangka kasus karhutla tahun lalu sebanyak 47 orang. 

Data tersebut diungkap oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo usai menerima kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Jumat (24/10). Sigit menyampaikan bahwa meski jumlah karhutla tahun ini turun bila dibandingkan dengan tahun lalu, namun jumlah tersangka yang diproses hukum justru bertambah hampir 2 kali lipat. 

”Tadi disampaikan oleh pak menteri bahwa jumlah kebakaran menurun, luasan lahan juga menurun, dan kami Polri juga tentunya melakukan penegakan hukum. Di tahun 2025 ini kurang lebih ada 83 tersangka karena kedapatan secara sengaja membakar (lahan). Sementara di tahun 2024 ada 47 tersangka,” ungkap kapolri di hadapan awak media. 

Menurut Sigit, kenaikan angka penegakan hukum itu karena Polri memaksimalkan penindakan dan pencegahan karhutla. Dia menyampaikan bahwa ada beberapa modus yang kerap dilakukan oleh pelaku kejahatan karhutla. Diantaranya modus pembakaran lahan untuk kebutuhan usaha perkebunan. Tindakan itu jelas melanggar aturan.

”Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain dapat merusak lingkungan, tindakan tersebut juga membahayakan kesehatan dan keselamatan banyak orang,” ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Raja Juli menyampaikan bahwa angka karhutla di Indonesia turun. Dari 376 ribu hektare pada 2024 menjadi 213 ribu hektare tahun ini. Dia menilai itu tidak lepas dari langkah-langkah yang diambil oleh Jenderal Sigit dan jajaran sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, keterlibatan dari instansi lain seperti TNI, BNBP, dan lainnya juga membantu.

”Sehingga kerja sama yang padu itu memungkinkan kam untuk bertindak lebih cepat dan berharap ke depan tentu kolaborasi ini semakin baik,” imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore