
ILUSTRASI TAMBANG EMAS. (ISTIMEWA)
JawaPos.com - Aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Riau sedang marak. Keberadaan pertambangan ilegal itu meresahkan masyarakat setempat. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penindakan.
Alhasil, Ditreskrimsus Polda Riau berhasil mengungkap praktik penampungan, pemurnian, dan penjualan emas tanpa izin di Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Rabu (5/11) malam. Dalam pengungkapan itu, dua pelaku diamankan. Mereka adalah Rody Nasri dan Sihar Saputra Silalahi. Keduanya ditangkap saat melakukan transaksi penjualan logam mineral yang diduga emas di lokasi pemurnian di Dusun II Kelapa Gading.
Selain menangkap pelaku, aparat kepolisian dalam pengungkapan itu turut mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari dua butir pentolan logam mineral emas, satu botol kecil berisi cairan merkuri, dua tabung gas oksigen, tiga puluh keramik tembikar, dan satu unit timbangan digital.
Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai aktivitas pemurnian dan penjualan emas yang tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP) atau izin resmi lainnya.
“Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti pada 3 November 2025. Setelah penyelidikan, kami memastikan adanya kegiatan pemurnian dan transaksi emas ilegal. Pada 5 November pukul 19.00 WIB, personel langsung melakukan penindakan di lokasi,” kata Ade kepada wartawan, Kamis (6/11).
Ia menyebut kedua pelaku mengaku menambang emas di kawasan HGU PT Karya Tama Bakti Mulya menggunakan mesin setingkai (alat robin). Kemudian menjual hasil tambang kepada seseorang bernama Fauzi seharga Rp 1.920.000 per gram. Harga penjualan menyesuaikan harga emas harian.
Ade menegaskan aktivitas pertambangan ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan lingkungan dan masyarakat, terutama karena penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri. "Penggunaan merkuri dapat mencemari tanah dan sumber air, serta berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Kedua pelaku kini ditahan di Mapolda Riau untuk proses hukum lebih lanjut. Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp 100 miliar.
Ade mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan tanpa izin. Jika mengetahui ada praktik ilegal yang berpotensi merusak lingkungan, segera melapor."Penegakan hukum akan terus kami lakukan tanpa toleransi bagi siapa pun yang merusak lingkungan serta merugikan negara,” pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
