Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 15.16 WIB

Bukan Korban TPPO, KDM Hingga Kapolda Jabar Turun Tangan Pulangkan Rizki Kiper Muda Jebolan Diklat Persib ke Indonesia

Viral di media sosial mengenai nasib nahas menimpa Rizki Nur Fadhilah. Pesepak bola berusia 18 tahun itu menjadi korban TPPO di Kamboja. (Instagram arsip timnas, Instagram info baleendah) - Image

Viral di media sosial mengenai nasib nahas menimpa Rizki Nur Fadhilah. Pesepak bola berusia 18 tahun itu menjadi korban TPPO di Kamboja. (Instagram arsip timnas, Instagram info baleendah)

JawaPos.com - Meski sudah dipastikan bukan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), upaya pemulangan Rizki Nur Fadhilah dari Kamboja ke Indonesia tetap berjalan. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) hingga Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan turun tangan untuk memulangkan kiper muda jebolan Diklat Persib itu ke Bandung. 

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh di Kamboja terkait dengan nasib pemuda berusia 18 tahun itu. Di Jabar, Rizki terdata sebagai warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Pemerintah Daerah (Pemda) Jabar menyatakan siap membiayai jika memang ada biaya pemulangan Rizki. 

”Apabila memang ingin kembali, kami akan mengembalikannya dan kami menyiapkan biaya untuk pemulangannya,” terang Dedi Mulyadi. 

Atas peristiwa yang menimpa Rizki, KDM meminta seluruh warga Jabar untuk lebih berhati-hati. Apalagi, Rizki berhubungan dengan pihak asing di Kamboja melalui media sosial. Iming-iming gaji besar harus dihindari demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kabar rizki menjadi korban TPPO sempat ramai, namun polisi sudah memastikan dia bukan korban TPPO.

Meski begitu, atensi untuk memulangkan Rizki tetap ada. Selain KDM, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan juga berkomitmen dan mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk memulangkan Rizki. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan sudah menyampaikan hal itu. Dia menyatakan bahwa upaya pemulangan Rizki masih berjalan.

”Nanti kami akan koordinasikan dengan pak kapolda. Pak kapolda support betul untuk pemulangan yang bersangkutan,” ungkap Kombes Hendra. 

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Rizki berangkat ke Kamboja secara sadar. Dia bahkan tega berbohong kepada orang tuanya dengan menyebut akan bergabung menjadi pemain PSMS Medan. Padahal, Rizki mendaftarkan diri untuk menjadi scammer online atau penipuan online di Kamboja melalui media sosial.

”Dia sadar sendiri bahwa dia akan menjadi scammer di sana dengan gaji sekian,” imbuhnya  

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore