Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Februari 2026, 23.12 WIB

Cek Fakta: Benarkah Motif Ibu Tiri Aniaya NS di Sukabumi karena Suami Lebih Sayang ke Anak Kandung

Ilustrasi kasus penganiayaan di Sukabumi seorang anak yang menyebabkan kematian. (Freepik)

JawaPos.com - Media sosial tengah dihebohkan oleh video viral yang mengaitkan motif penganiayaan maut terhadap NS, 12, bocah asal Sukabumi, dengan kecemburuan sang ibu tiri. Narasi yang beredar menyebut pelaku tega bertindak keji karena sang suami dianggap lebih sayang kepada anak kandungnya.

Namun, setelah ditelusuri, informasi yang dibagikan akun Instagram @hasimashari.unh123 tersebut ternyata kabar bohong atau hoaks.

Video Kasus Pontianak Dicampur Aduk

Unggahan yang telah mendapat ribuan interaksi tersebut mencampuradukkan fakta. Video yang digunakan sebenarnya adalah potongan kasus pembunuhan bocah bernama Nizam di Pontianak yang terjadi pada 2024 silam.

Dalam video tersebut, tertulis narasi: "Motif ibu tiri akhirnya terungkap ternyata hanya karena suami lebih sayang kepada anak kandungnya," tulisnya.

Ibu kandung Nizam dari kasus Pontianak bahkan sampai turun tangan mengklarifikasi di kolom komentar karena merasa informasi tersebut menyesatkan.

"Tolong yg buat reels ini ditakedown dong, missinformasi Iho ini, beda kasus Iho ini, bukan kasus Nizam sukabumi, ini kasus Nizam anak saya yg 2024, tolong dong kalo mau naikin informasi dikroscek dulu ya," tulis @tiwi_sg21.

Tragedi Pilu NS di Sukabumi: Dipaksa Minum Air Panas?

Meski narasinya keliru, kasus yang menimpa Nizam Safei (NS) di Sukabumi memang nyata dan sangat memilukan. Bocah berusia 12 tahun ini mengembuskan napas terakhir dengan kondisi tubuh penuh luka bakar yang memprihatinkan.

Dugaan sementara yang memicu kemarahan publik adalah korban dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya sebelum meninggal dunia. Ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), mengaku sangat terpukul melihat kondisi sang anak saat pulang ke rumah.

Pengakuan Memilukan Korban Sebelum Meninggal

Anwar awalnya mendapat laporan dari istrinya bahwa NS hanya mengalami demam biasa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang jauh lebih mengerikan. Kulit NS melepuh di sekujur tubuh, mulai dari kaki hingga punggung.

Sebelum ajal menjemput di RSUD Jampangkulon, NS sempat memberikan kesaksian terakhir kepada ayahnya mengenai kekejaman yang dialaminya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore