Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 09.30 WIB

Waspada Love Bombing dari Pasangan: Perhatian Berlebihan Tak Melulu Tanda Cinta

Ilustrasi menghindari love bombing. (Freepik) - Image

Ilustrasi menghindari love bombing. (Freepik)

JawaPos.com – Di awal hubungan, pernahkah kamu dikirimi pesan manis tiap pagi, dipuji terus-menerus, atau diajak ngobrol sampai larut malam? Rasanya seperti jadi pusat dunianya seseorang.

Tapi hati-hati, nggak semua perhatian besar adalah tanda cinta tulus. Dalam psikologi, ada istilah “love bombing”. Sebuah pola yang kelihatannya romantis tapi bisa jadi bentuk manipulasi emosional terselubung.

Menurut Berkeley Wellbeing Institutelove bombing adalah tindakan memberikan perhatian, kasih sayang, dan hadiah secara berlebihan kepada seseorang dengan tujuan membuatnya ketergantungan secara emosional.

Awalnya terasa menyenangkan, tapi di balik itu sering kali ada dorongan untuk mengendalikan atau mempercepat kedekatan yang belum siap terbentuk secara alami.

Pada fase awal, pelaku love bombing akan membombardir pasangannya dengan pesan cinta yang intens. 

Menurut Simply Psychology, fase ini disebut tahap idealization, di mana pelaku menempatkan pasangannya di posisi sempurna. Namun, setelah keintiman emosional terbentuk, pola bisa bergeser.

Masuk ke tahap devaluation, ketika pujian mulai berubah jadi kritik, perhatian berganti dengan pengabaian, bahkan muncul rasa bersalah setiap kali korban mencoba menetapkan batasan. 

Pada akhirnya, datang fase discard di mana si pelaku tiba-tiba menarik diri, memutus komunikasi, atau membuat korban merasa “tidak cukup baik.” 

Banyak pelaku love bombing memiliki kecenderungan narsisistik atau masalah kelekatan emosional. Mereka merasa perlu mengontrol hubungan agar tidak kehilangan rasa aman. 

Sementara itu, korban seringkali terjebak karena kebanjiran validasi di awal membuat mereka sulit melihat tanda bahaya.

Dalam jangka panjang, siklus ini bisa menimbulkan kelelahan emosional, kebingungan, bahkan krisis kepercayaan diri. 

Respect Victoria menyebut love bombing sebagai “red flag” utama dalam hubungan, karena sering kali menjadi pintu masuk menuju bentuk kekerasan psikologis yang lebih dalam.

Tanda-Tanda Kamu Mungkin Sedang Mengalami Love Bombing

Agar lebih waspada, berikut beberapa tanda yang umum muncul saat seseorang mengalami love bombing:

  • Pasangan baru terlalu cepat mengungkap perasaan cinta atau rencana masa depan.
  • Kamu menerima pujian terus-menerus hingga terasa tidak realistis.
  • Setiap kali kamu ingin waktu sendiri, dia membuatmu merasa bersalah.
  • Hubungan terasa seperti “roller coaster” yangintens di awal, tapi cepat melelahkan.
  • Kamu mulai kehilangan batas pribadi demi mempertahankan kedekatan.

Jika satu atau lebih dari tanda ini terasa familiar, bisa jadi kamu sedang berada dalam dinamika love bombing.

Akan tetapi, jangan khawatir berlebihan. Kabar baiknya, pola seperti ini bisa dikenali sejak awal. Jangan takut untuk menilai ulang intensitas hubungan yang terasa terlalu cepat atau menyesakkan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore