Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 November 2025, 01.37 WIB

Alasan Psikologis Mengapa Kita Suka Memesan Makanan Secara Berlebihan yang Berpotensi Menambah Masalah Sampah Food Waste

Ilustrasi pesan makanan secara berlebihan sehingga tidak habis./Freepik. - Image

Ilustrasi pesan makanan secara berlebihan sehingga tidak habis./Freepik.

JawaPos.com– Tanpa sadar, kita sering memesan banyak makanan dan berakhir tidak mampu menghabiskan semua makanan yang kita pesan.

Hasilnya, menimbulkan banyak sisa makanan yang berpotensi menjadi sampah sisa makanan atau food waste.

Ketidaksadaran atau tidak mindful dalam memesan, mengambil atau menyiapkan makanan tidak lepas dari pengaruh kondisi psikologis.

Karena berkaitan dengan cara mengambil keputusan, motivasi, referensi hingga emosi.

Berikut beberapa alasan secara psikologis kenapa kita suka memesan makanan secara berlebihan:

Optimisme Bias: Terlalu Percaya Diri dalam Menghabiskan Makanan

Saat akan memesan makanan seringkali kita memesan dengan jumlah banyak karena merasa mampu menghabiskan semua makanan yang dipesan.

Dengan keyakinan tersebut, segala risiko buruk seperti saldo berkurang banyak atau makanan habis tidak dianggap.

Menurut laman Verywellmind, optimisme bias atau dalam Bahasa Inggris disebut bias optimism adalah tipuan pikiran yang membuat kita percaya bahwa konsekuensi negatif dari tindakan yang kita ambil tidak mungkin terjadi.

Efek negatifnya, dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang buruk, sehingga berakibat buruk.

Efek Lapar atau Hunger Effect

Rasa lapar seringkali membuat kita bertemu dengan perasaan-perasaan negatif. Seperti tidak sabaran, marah-marah, jengkel, dan lainnya.

Bahkan menurut jurnal penelitian berjudul Hunger Shifts Attention and Attribute weighting in Dietary Choices, dapat mempengaruhi pilihan makanan yang akan kita pesan sehingga dapat menggagalkan niat untuk diet.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore