Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 November 2025, 16.22 WIB

Pernah Merasa Tidak Nyaman Saat Berkumpul dengan Keluarga? 7 Perilaku Halus Ini Mungkin Menjelaskannya Menurut Psikologi

seseorang yang tidak nyaman saat berkumpul dengan keluarga./Freepik/volodymyr-t - Image

seseorang yang tidak nyaman saat berkumpul dengan keluarga./Freepik/volodymyr-t

JawaPos.com - Tidak ada tempat yang seharusnya terasa lebih aman selain rumah dan keluarga.

Namun kenyataannya, banyak orang justru merasa gelisah, tegang, atau bahkan kewalahan saat berkumpul dengan keluarga sendiri.

Perasaan tidak nyaman ini sering kali bukan muncul tiba-tiba—melainkan buah dari pola interaksi halus yang berlangsung bertahun-tahun, hingga Anda terbiasa mengabaikannya.

Psikologi modern menyebut pola-pola ini sebagai subtle dysfunctional behaviors—perilaku-perilaku lembut namun merusak, yang bisa memengaruhi regulasi emosi, rasa aman, hingga cara seseorang membangun hubungan dewasa.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (25/11), jika Anda pernah bertanya “Kenapa ya saya nggak nyaman kalau kumpul keluarga?”, tujuh perilaku halus berikut mungkin memberi jawabannya.

1. Mereka Sering Mengomentari Anda Tanpa Diminta — Dibungkus ‘Kepedulian’

Komentar seperti “Kok kamu makin kurusan?”, “Jadi kapan nikah?”, “Kerjanya masih itu-itu saja?” sering dianggap ringan, tetapi psikologi menyebutnya micro-invalidations, yakni tindakan kecil yang mengabaikan batasan dan privasi Anda.

Ketika seseorang mengomentari hidup Anda tanpa diminta, sistem saraf memicu respons defensif.

Anda mungkin tidak marah, tetapi tubuh Anda belajar bahwa berkumpul = dihakimi.

2. Ada Ekspektasi untuk Tampil ‘Baik’ Sepanjang Waktu

Beberapa keluarga menuntut anaknya menjadi versi sempurna: tidak boleh terlihat sedih, tidak boleh membuat malu, harus selalu sopan dan menurut.

Pola ini disebut emotional perfectionism pressure, dan efeknya besar: Anda jadi sulit rileks.

Saat bersama mereka, Anda merasa sedang “dinilai”.

Tentu saja Anda jadi tidak nyaman—Anda sedang berperan, bukan menjadi diri sendiri.

3. Topik Sensitif Dianggap Biasa, tapi Perasaan Anda Tidak

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore