Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 17.47 WIB

7 Tips Mengenali Orang Baik dalam Lima Menit Pertama Saat Bertemu Menurut Psikologi

tips mengenali orang baik dalam lima menit pertama saat bertemu kata psikologi. (Freepik/ pressfoto) - Image

tips mengenali orang baik dalam lima menit pertama saat bertemu kata psikologi. (Freepik/ pressfoto)

JawaPos.com – Psikologi menunjukkan bahwa cara mengenali orang baik dalam lima menit pertama bertemu bisa sangat menentukan kesan awal yang terbentuk.

Lima menit pertama saat bertemu sering menjadi momen krusial untuk mengenali orang baik melalui bahasa tubuh dan komunikasi nonverbal.

Teknik psikologi membantu memahami tanda-tanda yang muncul sehingga mengenali orang baik lebih mudah pada pertemuan awal.

Mengenali orang baik dalam lima menit pertama bertemu memberi wawasan awal tentang karakter dan niat mereka.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (5/12), bahwa ada tujuh tips mengenali orang baik dalam lima menit pertama saat bertemu menurut psikologi.

  1. Mereka membuat kamu merasa diperhatikan, bukan sekadar diamati

Banyak individu cenderung "memindai" orang lain saat pertama kali berjumpa dengan mencari petunjuk status sosial atau penampilan fisik.

Pendekatan ini terasa transaksional karena mereka menilai apakah kamu berguna atau menarik bagi kepentingan mereka sendiri.

Namun, manusia berkualitas memperlakukan kamu sebagai sosok manusia seutuhnya dengan kehadiran sosial yang tinggi.

Bahasa tubuh mereka terbuka, kontak mata terjalin natural, dan mereka terhubung melalui kehangatan serta rasa ingin tahu.

Dalam waktu singkat, bahu kamu rileks dan napas mengalir mudah karena mereka menciptakan efek menenangkan tanpa usaha keras.

  1. Mereka tidak mendominasi percakapan, melainkan menciptakan ruang dialog

Ada perbedaan mendasar antara individu egosentris dengan mereka yang memiliki hati baik dalam hal mendengarkan.

Pada menit-menit awal perkenalan, manusia berkualitas secara intuitif memahami konsep memberi dan menerima dalam komunikasi emosional.

Mereka mengajukan pertanyaan tanpa mengorek privasi, berbagi informasi tanpa berlebihan, dan menyisakan ruang untuk partisipasi lawannya.

Para ahli menyebut kemampuan ini sebagai "komunikasi prososial" yang mendorong koneksi ketimbang persaingan atau kompetisi antarindividu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore