Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Desember 2025, 01.46 WIB

Orang yang Merasa Puas dalam Pekerjaan dan Kehidupan Biasanya Menghindari 7 Jebakan Umum Ini Menurut Psikologi

seseorang yang merasa puas dalam pekerjaan./Freepik/patty-photo - Image

seseorang yang merasa puas dalam pekerjaan./Freepik/patty-photo

JawaPos.com - Dalam hidup yang bergerak cepat, rasa puas—baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi—sering terasa seperti kemewahan.

Banyak orang bekerja keras, mengejar target, berpacu dengan waktu, namun tetap merasa ada ruang kosong yang tak kunjung terisi.

Psikologi melihat fenomena ini bukan semata soal kurangnya pencapaian, tetapi lebih sering karena kita terjebak dalam pola pikir dan kebiasaan tertentu yang diam-diam menguras kebahagiaan.

Menariknya, individu yang cenderung lebih puas dengan hidup biasanya bukan yang hidupnya sempurna, melainkan mereka yang mampu menghindari jebakan-jebakan mental yang menjerat banyak orang.

Mereka menjaga keseimbangan antara ambisi dan penerimaan, antara bekerja keras dan merawat diri.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (5/12), terdapat tujuh jebakan umum yang berhasil mereka hindari—dan mungkin bisa Anda pelajari untuk meningkatkan kepuasan hidup Anda sendiri.

1. Jebakan Membandingkan Diri Secara Berlebihan

Dalam dunia yang serba terhubung, membandingkan progress diri dengan orang lain menjadi hal yang sangat mudah—dan sangat berbahaya.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa social comparison yang berlebihan dapat menurunkan rasa percaya diri, menciptakan kecemasan, dan memupuk rasa tidak cukup.

Orang yang puas biasanya tetap sadar bahwa setiap orang punya garis waktu, peluang, dan kapasitas yang berbeda.

Bukan berarti mereka tidak pernah membandingkan diri, tetapi mereka melakukannya dengan sadar dan proporsional.

Fokus mereka lebih pada perkembangan diri, bukan pada kompetisi tak berujung.

2. Jebakan Mengejar Kesempurnaan

Perfeksionisme tampak seperti kualitas bagus, namun dalam banyak studi psikologi, perfeksionisme maladaptif justru menjadi sumber stres kronis, kelelahan, dan ketidakpuasan kerja.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore