Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 18.26 WIB

8 Kebohongan Paling Umum dalam Resume yang Sering Berujung pada Mendapatkan Pekerjaan

seseorang yang sedang interview pekerjaan (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang sedang interview pekerjaan (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Resume (CV) adalah “senjata utama” dalam dunia pencarian kerja. Dalam beberapa detik pertama, HRD atau rekruter akan menilai apakah seseorang layak dipanggil interview atau tidak hanya dari selembar dokumen. Tekanan ini membuat banyak pelamar tergoda untuk “memoles” fakta — bahkan sampai berbohong — demi terlihat lebih menarik dan kompeten.

Yang mengejutkan, banyak dari kebohongan ini justru berhasil mengantarkan pelamar ke tahap interview, bahkan sampai mendapatkan pekerjaan. Bukan karena HRD tidak pintar, tetapi karena kebohongan tersebut sulit diverifikasi di tahap awal, terlihat “masuk akal”, dan terdengar profesional.

Dilansir dari Geediting, terdapat 8 kebohongan paling umum dalam resume yang sering dilakukan orang dan sering berujung pada mendapatkan pekerjaan.

1. Melebih-lebihkan Skill (Skill Inflation)

Contoh umum:

“Mahir Microsoft Excel” → padahal hanya bisa basic formula

“Menguasai Photoshop” → hanya bisa edit template

“Fluent English” → hanya bisa percakapan dasar

Ini adalah kebohongan paling klasik dan paling sering dilakukan.

Kenapa berhasil?
Karena definisi “mahir” atau “menguasai” itu subjektif. HRD jarang menguji langsung skill teknis di tahap screening CV. Selama skill tersebut relevan dengan posisi dan terdengar masuk akal, resume akan lolos seleksi awal.

Masalahnya baru muncul saat:

Tes teknis

Interview mendalam

Sudah masuk kerja

Namun, banyak orang tetap lolos karena bisa belajar cepat setelah diterima.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore