Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2025, 05.11 WIB

5 Alasan Psikologis Media Sosial Membuat Kita Merasa Jelek: Ini Penjelasannya dan Dampaknya pada Otak Kita

Ilustrasi seseorang yang merasa tidak percaya diri saat melihat unggahan media sosial yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis./(Freepik/stockking)

JawaPos.com — Media sosial seharusnya menjadi ruang berbagi pengalaman, kreativitas, dan koneksi antarmanusia.

Namun seiring berkembangnya fitur visual dan algoritma rekomendasi, platform-platform ini justru mengubah cara otak kita memproses citra diri. 

Banyak orang mulai merasa kurang menarik, merasa ‘tidak cukup’, dan terjebak dalam perbandingan tanpa akhir. Fenomena ini bukan sekadar persoalan estetika, tetapi masalah psikologis yang serius.

Secara tidak sadar, standar kecantikan digital yang terus muncul di beranda kita membentuk ulang preferensi visual.

Filter, iklan, dan konten ‘sempurna’ membuat otak kita menganggap citra tersebut sebagai referensi kecantikan yang ideal. 

Ketika wajah dan tubuh asli tidak sesuai dengan standar digital itu, rasa tidak puas pun muncul dengan cepat. Inilah titik di mana media sosial mulai memengaruhi  kesehatan mental.

Dilansir dari YouTube Psych2Go, Selasa (9/12), berikut lima penjelasan psikologis yang menjelaskan bagaimana media sosial membentuk persepsi kecantikan kita dan membuat banyak orang merasa jelek meski tidak ada yang salah dengan diri mereka.

1. Filter Membentuk Realitas Palsu yang Dianggap Otak sebagai Standar Baru

Psych2Go menjelaskan bahwa filter kecantikan berperan besar dalam menciptakan standar visual yang tidak realistis. 

Filter membuat kulit tampak sempurna, hidung lebih kecil, mata lebih lebar, dan wajah lebih simetris—fitur yang jarang ditemui dalam kehidupan nyata. 

Ketika otak terus-menerus melihat versi ‘sempurna’ ini, muncul bias kognitif yang membuat wajah asli tampak kurang menarik. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore