Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Desember 2025, 12.50 WIB

Orang yang Tetap Kuat Secara Mental di Usia 70-an ke Atas Memiliki 8 Rutinitas Kecil Ini Menurut Psikologi

seseorang yang kuat secara mental di usia tua./Freepik/Drazen Zigic - Image

seseorang yang kuat secara mental di usia tua./Freepik/Drazen Zigic

JawaPos.com - Usia 70 tahun ke atas sering kali dipandang sebagai fase penurunan—fisik melemah, lingkar sosial menyempit, dan perubahan hidup datang silih berganti. Namun psikologi modern menunjukkan gambaran yang jauh lebih bernuansa.

Banyak lansia justru tampil dengan ketenangan, ketangguhan mental, dan kebijaksanaan emosional yang tidak dimiliki generasi lebih muda.

Menariknya, kekuatan mental di usia lanjut bukan hasil keberuntungan semata. Ia dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Rutinitas sederhana ini mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya sangat besar terhadap kesehatan mental, rasa makna hidup, dan ketahanan menghadapi perubahan.

Dilansir dari Geediting pada Senin (15/12), terdapat delapan rutinitas kecil yang, menurut psikologi, hampir selalu dimiliki oleh orang-orang yang tetap kuat secara mental di usia 70-an ke atas.

1. Memulai Hari dengan Ritme yang Stabil, Bukan Terburu-buru

Orang yang kuat secara mental di usia lanjut tidak memulai hari dengan tergesa-gesa. Mereka memiliki ritme pagi yang relatif konsisten—bangun di jam yang sama, melakukan aktivitas ringan, dan memberi waktu pada diri sendiri untuk “hadir”.

Dalam psikologi, rutinitas yang stabil memberi rasa kontrol dan prediktabilitas, dua hal yang sangat penting ketika usia membawa banyak perubahan di luar kendali.

Pagi yang tenang membantu sistem saraf tetap seimbang dan menurunkan kecemasan sepanjang hari.

2. Menjaga Koneksi Sosial, Meski dalam Lingkaran Kecil

Bukan jumlah teman yang penting, melainkan kualitas hubungan. Lansia yang kuat secara mental biasanya tetap menjaga kontak rutin—entah lewat obrolan singkat dengan tetangga, menelepon anak atau cucu, atau berbincang dengan teman lama.

Psikologi sosial menegaskan bahwa rasa terhubung adalah kebutuhan dasar manusia. Di usia lanjut, koneksi ini menjadi penopang utama kesehatan mental dan mencegah rasa kesepian yang sering menjadi pemicu depresi.

3. Menerima Perubahan Tanpa Terjebak Penolakan

Mereka tidak menghabiskan energi untuk melawan kenyataan usia. Keterbatasan fisik, perubahan peran sosial, bahkan kehilangan orang terdekat diterima dengan kesadaran, bukan perlawanan emosional berlebihan.

Sikap ini sejalan dengan konsep psychological acceptance, yaitu kemampuan menerima hal-hal yang tidak bisa diubah sambil tetap fokus pada apa yang masih bisa dijalani. Penerimaan ini justru membuat mental lebih ringan dan fleksibel.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore