Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Desember 2025, 17.17 WIB

Perempuan yang Sangat Tidak Bahagia Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Diam-Diam Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak bahagia./Freepik/freepik - Image

seseorang yang tidak bahagia./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di balik senyum yang terlihat tenang, pakaian yang rapi, dan kemampuan menjalani hari seperti biasa, tidak sedikit perempuan yang menyimpan ketidakbahagiaan mendalam.

Psikologi modern menegaskan satu hal penting: ketidakbahagiaan yang paling berbahaya justru sering hadir tanpa suara.

Ia tidak selalu meledak dalam tangisan atau kemarahan, melainkan meresap perlahan dalam bentuk perilaku kecil yang nyaris tak disadari—bahkan oleh orang terdekat.

Banyak perempuan terbiasa menekan emosi demi peran sosial: sebagai anak, pasangan, ibu, atau profesional.

Akibatnya, rasa lelah batin tidak selalu terlihat jelas. Menurut psikologi, ada pola-pola perilaku tertentu yang sering muncul pada perempuan yang sebenarnya sangat tidak bahagia, namun memilih diam dan bertahan.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (18/12), terdapat tujuh perilaku diam-diam tersebut—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memahami dan membuka ruang empati.

1. Terlalu Sering Mengatakan “Aku Tidak Apa-Apa”

Kalimat ini terdengar sederhana, bahkan sopan. Namun dalam psikologi, pengulangan frasa “tidak apa-apa” sering menjadi mekanisme pertahanan diri.

Perempuan yang sangat tidak bahagia kerap menggunakannya untuk menutup percakapan emosional, bukan karena ia benar-benar baik-baik saja, tetapi karena lelah menjelaskan perasaannya atau takut dianggap lemah.

Di dalam dirinya, ada konflik antara ingin dimengerti dan takut merepotkan orang lain. Maka, ia memilih diam.

2. Menertawakan Diri Sendiri Secara Berlebihan

Humor memang sehat, tetapi psikologi membedakan antara humor yang membebaskan dan self-deprecating humor yang menyamarkan luka batin.

Perempuan yang tidak bahagia sering menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan lelucon—meremehkan pencapaian, menertawakan kegagalan, atau menyebut dirinya “berlebihan”, “drama”, atau “tidak penting”.

Ini bukan sekadar bercanda. Ini cara halus untuk menurunkan ekspektasi orang lain—dan secara tidak sadar, juga menurunkan harga dirinya sendiri.

3. Selalu Menjadi Pendengar, Hampir Tak Pernah Bercerita

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore