Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Desember 2025, 05.53 WIB

8 Ciri Orang yang Benar-Benar Baik Hatinya Menurut Psikologi

ilustrasi ciri orang yang benar-benar baik hatinya menurut psikologi (Geeediting) - Image

ilustrasi ciri orang yang benar-benar baik hatinya menurut psikologi (Geeediting)

JawaPos.com - Kebaikan sejati sering kali tidak tampil mencolok. Ia tidak selalu dipamerkan di media sosial atau disampaikan dengan kata-kata besar.

Justru, kebaikan yang paling tulus biasanya hadir dalam momen kecil yang nyaris tak diperhatikan orang lain.

Dikutip dari laman Global English Editing, Jumat (26/12), psikologi memiliki banyak penjelasan menarik tentang apa yang membuat seseorang disebut benar-benar baik hati.

Bukan kebaikan yang dibuat-buat, melainkan sikap konsisten yang lahir dari empati, kesadaran diri, dan kematangan emosional.

Berikut delapan tanda bahwa seseorang termasuk pribadi yang tulus dan berhati baik menurut sudut pandang psikologi.

1. Ikut Bahagia atas Kesuksesan Orang Lain

Ketika melihat rekan kerja mendapat promosi atau teman mencapai impiannya, orang yang tulus akan merasakan kebahagiaan yang nyata, bukan iri atau tersaingi.

Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai empathic joy atau mudita, yaitu kemampuan merasakan kegembiraan atas keberhasilan orang lain.

Orang yang benar-benar baik memahami bahwa keberhasilan orang lain tidak mengurangi nilai dirinya sendiri.

Mereka telah berdamai dengan rasa tidak aman dalam diri sehingga mampu merayakan pencapaian orang lain dengan tulus.

2. Berani Meminta Maaf dengan Tulus Saat Salah

Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Perbedaannya terletak pada bagaimana seseorang menyikapinya.

Pribadi yang baik tidak mencari alasan, tidak menyalahkan keadaan, dan tidak memposisikan diri sebagai korban.

Psikologi moral menyebutkan bahwa permintaan maaf yang tulus mencakup pengakuan kesalahan, tanggung jawab tanpa pembelaan diri, penyesalan yang jujur, serta komitmen untuk berubah.

Ini bukan soal perfeksionisme, melainkan kesediaan memperbaiki dampak dari kesalahan yang dibuat.

3. Tetap Berbuat Baik Meski Tak Ada yang Melihat

Cara seseorang memperlakukan orang lain saat tidak diawasi mencerminkan karakter aslinya. Menghormati pelayan, petugas kebersihan, atau orang yang dianggap “tidak penting” menunjukkan konsistensi moral.

Orang yang benar-benar baik tidak membutuhkan panggung untuk bersikap baik. Mereka melakukan hal kecil seperti mengembalikan troli belanja, memungut sampah, atau bersikap sopan tanpa mengharapkan pujian.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore